NUNUKAN - Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Krayan semakin memperburuk kondisi jalan antar kecamatan. Rusaknya akses utama daerah penghasilan beras Adan ini membuat Kecamatan Krayan Selatan terisolir.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, akses jalan dari Long Bawan, Kecamatan Krayan menuju Kecamatan Krayan Selatan semakin memprihatinkan. Kondisi jalan yang rusak parah membuat kendaraan tidak dapat melintas.
"Meski masih ada beberapa pengendara yang nekat mencoba menerobos. Akibatnya, sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan dan terpaksa ditinggalkan di tengah perjalanan," ucap Oktavianus Ramli, Minggu (19/7).
Karena kondisi akses rusak parah, para pengemudi dan penumpang harus bermalam di jalan. Kemudian, melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh puluhan kilometer demi mencapai tujuan. Padahal, jika akses jalan bagus waktu tempuh hanya 1 hingga 2 jam.
"Kini harus dilalui hingga berhari-hari. Jalan menuju Krayan Selatan saat ini tidak bisa dilalui kendaraan. Ada yang nekat melintas, tetapi kendaraannya rusak di tengah jalan. Mereka terpaksa menginap dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki puluhan kilometer," kisahnya.
Ia mengaku, kondisi ini membuat masyarakat di wilayah perbatasan semakin sulit. Sebab, selain harus menghadapi cuaca ekstrem, mereka juga dihadapkan pada keterbatasan akses transportasi yang menghambat mobilitas warga maupun distribusi kebutuhan pokok.
Karena itu, pihaknya berharap penanganan darurat dan perbaikan infrastruktur dapat segera dilakukan pemerintah. Dengan begitu, aktivitas masyarakat kembali berjalan normal serta pelayanan publik tidak terganggu.
"Masyarakat kecewa tidak ada perhatian pemerintah. Ini masalah klasik dari dulu tidak diselesaikan pemerintah usia Indonesia di usia 80 tahun," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT