NUNUKAN - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara terus meningkat kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Itu dibuktikan dengan Program SMK Go Global.
BP3MI Kaltara melakukan koordinasi dan penjajakan kerja sama pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)
bersama Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Nunukan.
Kepala BP3MI Kaltara Kombes Andi M. Ichsan mengatakan, pada 2026 pihaknya memperoleh kuota Program SMK Go Global sebanyak 220 peserta. Nantinya, pelaksanaan Program SMK Go Global akan dilaksanakan dalam dua gelombang pelatihan.
"Program tersebut difokuskan untuk menyiapkan CPMI yang memiliki kompetensi di sektor perkebunan kelapa sawit sebagai bekal penempatan kerja, khususnya ke Sabah, Malaysia," ucap Kombes Andi M. Ichsan.
Sementara, Kepala Disnakertrans Nunukan, Suhadi menegaskan, pihaknya mendukung penuh program peningkatan kompetensi calon pekerja migran yang diinisiasi pemerintah melalui BP3MI. Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi sangat penting untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas peluang penempatan pekerja migran secara legal dan profesional.
Ia menjelaskan, sektor perkebunan merupakan salah satu bidang yang memiliki prospek besar bagi tenaga kerja asal Nunukan. Selain menjadi daerah perbatasan yang banyak menjadi pintu keluar-masuk pekerja migran menuju Malaysia.
Kemudian, Kabupaten Nunukan juga memiliki kawasan perkebunan kelapa sawit yang cukup luas sehingga kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor tersebut terus meningkat.
"Jika tahun ini kita belum siap, mudah-mudahan pada tahun depan seluruh persyaratan sudah dapat dipenuhi sehingga masyarakat Nunukan dapat memanfaatkan program ini secara optimal," jelasnya.
Sebagai alternatif, dalam pertemuan tersebut juga dibahas potensi kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta di Nunukan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.
"LPK tersebut dinilai telah memiliki instruktur dan fasilitas yang memenuhi standar kompetensi sehingga berpeluang menjadi mitra dalam penyelenggaraan pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT