NUNUKAN - Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin terjadi di Kecamatan Krayan. Kondisi ini berimbas pada tiga desa yakni, Desa Long Bawan, Desa Long Katung dan Desa Liang Butan.
Camat Krayan, Ronny Firdaus mengatakan, hujan disertai dengan angin kencang terjadi pada Kamis (16/7) sekira pukul 16.00 WITA. Semula hujan deras kemudian diikuti angin kencang yang diperkirakan sekitar 30 menit lamanya.
"Kejadian berlangsung selama kurang lebih 30 menit dengan kecepatan angin yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan kerusakan pada beberapa fasilitas umum dan rumah penduduk," ucap Ronny Firdaus, Jumat (17/7).
Akibatnya, fasilitas umum gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Long Bawan mengalami kerusakan pada bagian atap dan beberapa bagian bangunan. Kemudian, sejumlah rumah warga di Desa Long Bawan, Desa Long Katung, Desa Liang Butan mengalami kerusakan.
"Kerusakan terutama pada bagian atap yang terlepas akibat terpaan angin. Sampai saat ini total kerugian material masih dalam proses pendataan. Sehingga belum dapat diperkirakan," jelasnya.
Ia menegaskan, adapun upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kecamatan Krayan bersama pemerintah desa pertama pendataan terhadap bangunan yang terdampak. Kedua, masyarakat bersama aparat pemerintah melaksanakan kerja bakti secara gotong royong membersihkan puing-puing material bangunan dan atap yang rusak.
"Kemudian, dilakukan penanganan darurat terhadap bangunan yang mengalami kerusakan untuk mencegan kerusakan yang lebih besar," bebernya.
Atas kejadian ini, pihaknya meminta Pemkab Nunukan dapat memberikan bantuan penanganan darurat dan bantuan perbaikkan rehabilitasi GKII Jemaat Long Bawan. Kemudian, bantuan bahan bangunan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.
"Serta, dukungan anggaran dan bantuan lain yang diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT