NUNUKAN - Operasi pencarian terhadap korban kedua kecelakaan sungai (laka sungai) di aliran Sungai Sembakung, wilayah Desa Pemukiman, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, resmi dihentikan. Pasang suami istri ini sebelumnya dikabarkan tenggelam dan telah ditemukan meninggal dunia.
Komandan Pos BPBD Lumbis Jamiat menceritakan, korban pertama yang merupakan Masundi (52) ditemukan pada hari Kamis, (16/7). Selanjutnya, korban kedua yaitu suaminya bernama Kuntakan (52), ditemukan pada Jumat, (17/7) sekitar pukul 9.00 WITA. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 25 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Dijelaskan, setelah korban ditemukan, proses evakuasi dilakukan bersama masyarakat dengan melibatkan personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), pemerintah setempat, serta warga sekitar. Jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Dengan ditemukannya korban kedua tersebut, operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan sungai di Sungai Sembakung resmi dinyatakan selesai," ucap Jamiat, Jumat (17/7).
Keberhasilan pencarian ini baginya merupakan buah kerja sama semua pihak. Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, khususnya masyarakat yang turut membantu sejak hari pertama operasi berlangsung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel gabungan, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bekerja sama selama proses pencarian. Meskipun hasil yang didapat bukan yang kita harapkan, seluruh upaya telah dilakukan secara maksimal hingga akhirnya korban kedua berhasil ditemukan," jelasnya.
BPBD Nunukan juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi solidaritas seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian hingga operasi selesai. Kemudian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika kondisi arus sedang deras dan cuaca kurang bersahabat.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di sungai. Gunakan perlengkapan keselamatan apabila menggunakan perahu dan hindari menyeberang ketika debit air meningkat demi mencegah kejadian serupa terulang kembali," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT