NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan melalui Pos BPBD Krayan bergerak cepat melakukan penanganan pasca cuaca ekstrem melanda wilayah Long Bawan, Kecamatan Krayan, pada Kamis (16/7) sekitar pukul 15.30 WITA.
Berdasarkan laporan sementara Pos BPBD Krayan, angin kencang datang dari arah timur dan berlangsung sekitar satu jam. Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan milik warga, rumah ibadah, serta fasilitas umum.
Hasil pendataan sementara menunjukkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat. Selain itu, bangunan Gereja GKII Long Bawan turut mengalami kerusakan akibat terpaan angin. Kemudian, sebuah tiang tower juga roboh dan menimpa Pos Pengamanan Perbatasan (Pos Pamtas) Long Bawan.
Kepala Pos BPBD Krayan Induk, Mardoni Remon mengatakan, usai menerima laporan kejadian, pihaknya langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk memastikan kondisi masyarakat. Dan hasil peninjauan di lapangan tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
"Saat ini fokus kami adalah memastikan lingkungan kembali aman, melakukan pendataan kerusakan, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah penanganan selanjutnya," ucap Mardoni.
Dijelaskan, BPBD Kabupaten Nunukan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan, BPBD Provinsi Kalimantan Utara. Ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan dapat segera dipenuhi berdasarkan hasil asesmen di lapangan.
"Pasca kejadian ini, BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau petugas BPBD apabila terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan sehingga dapat segera ditangani," pesannya.
Baginya, dengan langkah cepat, koordinasi lintas sektor, dan semangat gotong royong masyarakat, diharapkan proses pemulihan di wilayah Long Bawan dapat berjalan dengan baik. Sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
"Petugas Pos BPBD Krayan bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat langsung melakukan penanganan di lokasi. Pertama,
evakuasi warga ke tempat aman, pembersihan pohon tumbang secara gotong royong, serta pendataan kerusakan untuk kebutuhan penanganan lebih lanjut," pungkasnya. (akz/jnr)