0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Fenomena Cuaca Ekstrem di Krayan, Begini Penjelasan BMKG

Asrullah RT • Jumat, 17 Juli 2026 | 21:39 WIB
RUSAK : Sejumlah bangunan mengalami kerusakan usai cuaca ekstrem terjadi di Krayan. 
RUSAK : Sejumlah bangunan mengalami kerusakan usai cuaca ekstrem terjadi di Krayan. 

NUNUKAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di Kecamatan Krayan, pada Kamis (16/7), merupakan angin kencang yang dipicu pertumbuhan awan Cumulonimbus, bukan angin puting beliung.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Yuvai Semaring di Long Bawan, Nunukan, Darso Purnanto, melalui Tim Forcase Stasiun Meteorologi Kelas III Yuvai Semaring di Long Bawan, Reza menjelaskan bahwa angin kencang muncul akibat proses downdraft, yaitu hembusan angin yang bergerak cepat dari dalam awan menuju permukaan bumi saat awan Cumulonimbus berkembang.

"Pada awan Cumulonimbus biasanya terjadi proses downdraft yang menghasilkan hembusan angin kuat ke permukaan. Kondisi inilah yang menyebabkan angin kencang saat hujan berlangsung," ucap Reza, Jumat (17/7).

Dijelaskan, fenomena yang terjadi di Krayan berbeda dengan angin puting beliung yang memiliki ciri adanya pusaran angin. Itu berdasarkan analisa yang dilakukan dari video yang beredar. 

"Kalau puting beliung terdapat gerakan angin yang berputar. Berdasarkan hasil pengamatan BMKG maupun video yang beredar, kejadian di Krayan lebih mengarah pada angin kencang karena tidak ditemukan pola pusaran tersebut," jelasnya.

BMKG mencatat dampak angin kencang hanya terjadi di beberapa lokasi yang saling berdekatan, yakni Long Bawan, Long Kiwan, dan Kampung Baru. Sebagian besar wilayah Krayan lainnya hanya mengalami hujan lebat tanpa disertai angin kencang.

Lanjutnya, sebelum kejadian, BMKG bersama Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan telah menerbitkan peringatan dini cuaca yang kemudian disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk grup WhatsApp di wilayah Kecamatan Krayan.

Dampak angin kencang yang terjadi mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Berdasarkan pendataan sementara Pos BPBD Krayan Induk, dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat. 

Kemudian, atap dua bangunan gereja turut terlepas akibat terpaan angin, sementara sebuah tower roboh dan menimpa Pos Pengamanan Perbatasan (Pos Pamtas) Long Bawan. Tak hanya itu, pohon tumbang juga dilaporkan sempat mengganggu akses masyarakat di beberapa titik. Meski menimbulkan kerusakan material, peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun korban luka.

Sementara, Kepala Pos BPBD Krayan, Mardoni Remon mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana. Dan personel Pos BPBD Krayan bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat segera melakukan penanganan di lokasi.

"Begitu menerima laporan, kami bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi masyarakat. Syukur, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Saat ini kami fokus melakukan pendataan kerusakan, membersihkan lokasi terdampak, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah penanganan selanjutnya," tambahnya.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang ikut membantu membersihkan pohon tumbang dan mengamankan lingkungan pascakejadian. "Kolaborasi antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah sangat membantu mempercepat proses penanganan serta pemulihan di lapangan," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
cuaca ekstrem nunukan krayan bmkg