0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perkuat Layanan Kesehatan di Perbatasan, Nakes di RSU Sebatik Dibekali Pelatihan Komprehensif Tatalaksana TBC Resisten Obat

Asrullah RT • Rabu, 15 Juli 2026 | 20:30 WIB
PELAYANAN : Nakes RSU Sebatik terdiri dari jajaran manajemen, dokter spesialis anak, umum dan petugas laboratorium mengikuti Training on DRTB Management and Service for Health Workers. 
PELAYANAN : Nakes RSU Sebatik terdiri dari jajaran manajemen, dokter spesialis anak, umum dan petugas laboratorium mengikuti Training on DRTB Management and Service for Health Workers. 

NUNUKAN - Rumah Sakit Umum (RSU) Sebatik terus berbenah dalam peningkatan pelayanan. Itu dibuktikan dengan Training on DRTB Management and Service for Health Workers Offline and Online. Kegiatan ini merupakan pelatihan intensif berbasis On-the-Job Training (OJT) 

Direktur RS Umum Sebatik, H. Abdul Rahim mengatakan, pelatihan ini dilakukan sebagai upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) serta merespons tantangan klinis Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO).

Dijelaskan, agenda krusial ini diinisiasi dan diselenggarakan secara kolaboratif Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara bersama dengan Bidang P2P Dinas Kesehatan Nunukan. 

Dan penyelenggaraan pelatihan ini didukung sepenuhnya dari alokasi dana hibah Global Fund BL 38 Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara sebagai wujud intervensi nyata penguatan layanan di wilayah beranda negara.

Alasannya, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dengan estimasi insiden TBC sebesar 1.090.000 kasus. Di Kalimantan Utara sendiri, grafik keberhasilan pengobatan pasien TBC RO secara umum baru menyentuh angka 50 persen, padahal target nasional berada di level 80 persen. 

Khusus Kabupaten Nunukan capaian data penemuan kasus sampai dengan TW 2 sebanyak 236 dengan persentase 23 persen. Kurang optimalnya capaian ini disebabkan karena masih tingginya angka penolakan atau ketidakpatuhan pasien selama fase terapi akibat efek samping obat yang berat dan minimnya pendampingan psikososial.

"Sebagai rumah sakit yang berada di wilayah perbatasan, RS Umum Sebatik berkomitmen penuh untuk meningkatkan mutu layanan klinis secara komprehensif. Melalui kolaborasi panitia lintas tingkat provinsi dan kabupaten ini, kami optimistis dapat membangun sinergitas tatalaksana medis dan administrasi program yang lebih matang agar tingkat kepatuhan dan kesembuhan pasien TBC RO di Pulau Sebatik melonjak signifikan," ucap H. Abdul Rahim. 

Dijelaskan, pelatihan komprehensif ini menghadirkan narasumber utama dan fasilitator ahli dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, beserta Tim Kerja Program TB. Serta Tim Ahli Klinis (TAK) Eksternal dari Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK Tarakan, untuk tatalaksana klinis dan manajemen medis pasien TBC RO.

"Pelatihan ini diikuti 20 orang perwakilan tenaga kesehatan multidisiplin dari RS Umum Sebatik. Mulai dari jajaran manajemen, Tim Ahli Klinis internal (Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Anak), dokter umum, perawat rawat jalan dan rawat inap, petugas laboratorium, farmasi, tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), hingga petugas entri data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB)," rincinya. 

Dan para peserta dibekali dengan 10 materi terdiri dari diagnosis dini dan metode penemuan kasus aktif pasien TBC RO, tatalaksana rejimen pengobatan jangka pendek dan jangka panjang bagi pasien dewasa maupun anak-anak.

Kemudian, manajemen efek samping obat (ESO) dan penanganan komorbiditas medis. Selanjutnya, Teknik Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) serta strategi pendampingan psikososial. Serta manajemen logistik obat, alur pelaporan digital via aplikasi SITB, serta mekanisme klaim pendanaan TBC RO.

"Melalui integrasi metode pembelajaran luring (offline), kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembekalan awal bagi kesiapan layanan mandiri rumah sakit. Melainkan juga sebagai ruang penyegaran (refreshing) berkala untuk mendongkrak kualitas layanan kesehatan di perbatasan demi menyukseskan akselerasi eliminasi TBC di Kalimantan Utara," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
perbatasan nunukan kesehatan sebatik