NUNUKAN — TNI resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Sebatik Barat, Rabu (15/7). Program ini menyasar sejumlah desa di wilayah perbatasan, diantaranya Desa Liang Bunyu dan Desa Aji Kuning.
Komandan Kodim (Dandim) Nunukan, Letnan Kolonel Infanteri Tony Prasetyo mengatakan, program ini melibatkan 150 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Dan pelaksanaan TMMD ini berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Adapun sasaran utama TMMD kali ini yakni percepatan pembangunan infrastruktur dasar sekaligus program pemberdayaan masyarakat di desa-desa wilayah perbatasan.
“Sasaran yang ingin dicapai dalam TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 ini adalah menyatukan visi dan misi aparatur pemerintah bersama masyarakat secara terpadu dalam memberdayakan masyarakat dan lingkungannya, sehingga kesejahteraan warga di kehidupan berbangsa dan bernegara turut meningkat,” ucap Letkol Inf Tony Prasetyo.
Dijelaskan, dari sisi pembangunan fisik, sejumlah target telah ditetapkan. Seperti pembukaan badan jalan sepanjang 3.000 meter dengan lebar 6 meter. Kemudian, pembuatan gorong-gorong sebanyak 4 unit, rehabilitasi rumah tidak layak huni 5 unit
"Serta rehabilitasi satu unit rumah ibadah, pengeboran sumber air di 5 titik, serta optimalisasi lahan pertanian seluas 1 hektare untuk mendukung ketahanan pangan," sebutnya.
Ia menegaskan, selain pembangunan fisik, TMMD ke-129 juga mengagendakan sejumlah kegiatan non-fisik. Seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan peternakan dan pertanian, penyuluhan hukum dan kamtibmas.
Selanjutnya, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan stunting dan penyakit tidak menular melalui posyandu, sosialisasi rekrutmen TNI Angkatan Darat, serta layanan kesehatan dan keluarga berencana bagi warga setempat.
Personel yang dikerahkan dalam program ini terdiri dari 80 anggota TNI Angkatan Darat, 20 anggota TNI Angkatan Laut, 5 anggota TNI Angkatan Udara, 20 anggota Polri, dan 25 orang dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di desa-desa kawasan perbatasan.
Menurutnya, wilayah seperti Sebatik Barat memiliki nilai strategis sehingga aksesnya terhadap infrastruktur dan pelayanan publik perlu terus ditingkatkan.
Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga di kawasan perbatasan. Pembukaan TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Sebatik Barat berlangsung tertib dan dihadiri unsur TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat.
“Kita tidak hanya membangun infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas umum lainnya, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat,” tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT