NUNUKAN - Seorang jemaah haji asal Sebatik, Nunukan akhirnya kembali ke tanah air usai menjalani perawatan medis di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit, Arab Saudi. Hj Fatimah, dipulangkan ke Tarakan pada Selasa (14/7) setelah sempat menjalani perawatan di Jakarta.
Ketua Kloter 07 Embarkasi Balikpapan, Haji Sayid Abdullah menyampaikan jemaah haji asal Sebatik, Hj. Fatimah telah dinyatakan laik terbang tim medis. Namun, kondisi fisiknya masih belum memungkinkan untuk duduk, berdiri, maupun berjalan sehingga selama perjalanan dalam posisi berbaring.
"Hj Fatimah menjadi perhatian khusus Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) karena dilakukan dengan pendampingan ketat dari Kementerian Agama RI dan tenaga kesehatan demi memastikan keselamatan jemaah hingga tiba di Kaltara," ucap H. Sayid Abdullah, Selasa (14/7).
Dijelaskan, sebelum tiba di Tarakan, Hj Fatimah telah tiba di Jakarta pada Minggu (12/7) untuk menjalani observasi dan pemantauan kesehatan setelah kepulangannya dari Tanah Suci. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Ibu Hj Fatimah dinyatakan sehat dan laik terbang.
"Alhamdulillah, Hj Fatimah dinyatakan sehat. Namun, kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk duduk, berdiri ataupun berjalan sehingga selama perjalanan beliau harus tetap dalam posisi berbaring," jelasnya.
Ia menegaskan, selama berada di Jakarta, Hj Fatimah menjalani perawatan dan pengawasan medis di Rumah Sakit Sintala, Tangerang. Tim dokter terus memantau perkembangan kesehatannya sebelum memutuskan bahwa ia dapat melanjutkan perjalanan ke Sebatik.
Dan jadwal kepulangan Hj Fatimah ke Kaltara pada semula pasa, Senin (13/7). Namun, rencana tersebut tertunda karena seluruh kursi penerbangan telah terisi penuh. Sehingga, penjadwalan ulang pada Selasa (14/7) menggunakan penerbangan Batik Air kelas bisnis.
"Demi memberikan ruang dan kenyamanan sesuai kebutuhan medis, keberangkatannya dijadwalkan ulang pada Selasa (14/7). Keputusan ini diambil agar proses pemulangan dapat berlangsung dengan aman dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan beliau," ungkapnya.
Ia menceritakan, dalam perjalanan menuju Tarakan, Hj Fatimah didampingi dua petugas dari Kementerian Agama RI, yakni seorang petugas haji dan seorang dokter. Petugas haji ini terus memantau dan memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap stabil selama penerbangan.
Selanjutnya, saat tiba di Tarakan, Hj Fatimah juga akan mendapatkan pendampingan dari Kanwil Kementerian Agama Kaltara, PPIH Kabupaten Nunukan, serta tim medis dari Dinas Kesehatan Nunukan jika masih memerlukan penanganan lanjutan.
"Kami bersyukur karena akhirnya Ibu Hj Fatimah dapat dipulangkan ke Kaltara. Mohon doa seluruh masyarakat agar beliau diberikan kekuatan, segera pulih sepenuhnya dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT