Camat Krayan Timur, Marjuni membenarkan warganya harus ditandu karena kondisi sakit. Sebab, untuk membawa menggunakan kendaraan roda empat tidak dimungkinkan lantaran kondisi akses di Desa Wa'yagung hanya jalan setapak.
"Jalan menuju Wa'yagung masih berupa jalan setapak. Kalau ada warga sakit, mereka harus ditandu karena kendaraan tidak bisa masuk," ucap Marjuni, Senin (13/7).
Dijelaskan, baru-baru ini seorang warga harus ditandu dari area persawahan menuju rumahnya di Desa Wa'yagung karena mengalami sakit. Peristiwa itu bukan yang pertama, melainkan sudah berulang kali terjadi akibat akses jalan yang belum bisa dilalui kendaraan roda empat.
"Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Di Krayan ini persoalannya akses jalan. Ini persoalan mendasar yang belum terselesaikan dan terus mengancam keselamatan masyarakat, terutama saat ada warga yang sakit," kisahnya.
Lanjutnya, masyarakat Desa Wa'yagung berada cukup jauh dari fasilitas kesehatan. Pasien biasanya terlebih dahulu dibawa ke Pustu Long Umung, kemudian dirujuk ke Puskesmas Long Bawan, Krayan atau ke RS Pratama Krayan Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Akses menuju Wa'yagung hingga kini hanya dapat dilalui sepeda motor. Distribusi barang kebutuhan masyarakat pun sepenuhnya mengandalkan kendaraan roda dua. Bahkan, di beberapa titik menuju desa masih terdapat longsoran yang semakin memperparah kondisi jalan, terutama saat musim hujan," kisahnya.
Ia menceritakan, Pemerintah Kabupaten Nunukan sebelumnya telah membangun sebuah jembatan menggunakan APBD 2025. Perbaikan jalan juga sempat dilakukan, namun pengerjaannya belum mencapai Desa Wa'yagung.
Dibanding wilayah Krayan Selatan dan Krayan Tengah yang juga mengalami kerusakan jalan sangat parah. Sedangkan, di Krayan Timur setidaknya terdapat harapan karena ruas jalan nasional telah mendapat alokasi anggaran pemeliharaan tahun ini dan saat ini sedang dikerjakan pihak kontraktor.
Meski demikian, ia menegaskan perbaikan tersebut belum menyentuh akses menuju Desa Wa'yagung yang menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat.
"Warga berharap akses jalan menuju Wa'yagung segera diperbaiki agar dapat berfungsi dengan baik. Persoalan utama di Krayan tetap sama, yaitu akses jalan. Selama itu belum tuntas, masyarakat akan terus kesulitan mendapatkan pelayanan dasar, termasuk layanan kesehatan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT