NUNUKAN - Kerusakan jalan di wilayah Krayan Selatan dinilai tak mendapatkan respons positif pemerintah. Alasannya, penyelesaian persoalan jalan rusak yang kian parah belum juga ditangani pemerintah secara serius.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, kerusakan akses darat yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Situasi ini semakin memperburuk pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Kondisi Krayan Selatan, Tengah dan Timur, bergelut dengan masalah akses jalan yang rusak dan susah dilalui dan berdampak pada pelayanan dasar. Tetapi kehadiran pemerintah tidak hadir dalam kondisi ini," ucap Oktavianus Ramli, Senin (13/7).
Dijelaskan, kerusakan akses darat yang telah berlangsung selama bertahun-tahun kini semakin memperburuk pelayanan dasar bagi masyarakat. Tak hanya itu, kondisi jalan yang rusak parah dan sulit dilalui juga menghambat mobilitas warga, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas perekonomian masyarakat.
"Kami bergelut dengan masalah akses jalan yang rusak dan sangat sulit dilalui. Sampai hari ini kami merasa kehadiran pemerintah belum benar-benar dirasakan di wilayah ini. Kalau pemerintah hadir secara nyata, kondisi ini tidak akan separah sekarang," ungkapnya.
Ia mengaku kecewa karena persoalan infrastruktur di wilayah Krayan telah menjadi masalah klasik yang terus berulang tanpa penyelesaian yang nyata. Padahal, Indonesia telah memasuki usia kemerdekaan lebih dari delapan dekade.
"Ini persoalan lama yang tidak pernah benar-benar diselesaikan. Sangat disayangkan, di usia Indonesia yang sudah lebih dari 80 tahun, masyarakat di Krayan masih harus menghadapi kesulitan akibat jalan yang rusak dan minim perhatian pemerintah," keluhnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah konkret memperbaiki infrastruktur jalan agar keterisolasian wilayah Krayan tidak terus berulang setiap tahun.
"Pembangunan akses jalan merupakan kebutuhan mendesak yang menentukan keberlangsungan pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT