NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan langsung bergerak ke lokasi banjir yang terjadi di Kecamatan Sebatik Barat. Berdasarkan pantau di lapangan setidaknya tiga desa terdampak banjir yang terjadi pada Senin (13/7) WITA.
Kepala Seksi Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan, banjir yang melanda Kecamatan Sebatik Barat berdampak pada tiga desa. Diantaranya, Desa Liang Bunyu, Desa Binalawan, dan Desa Setabu.
Dari tiga desa yang terdampak banjir membuat sekitar 200 rumah warga terendam banjir. Sebab, banjir sempat menggenangi permukiman hingga setinggi satu meter. Dan saat ini kondisi banjir kini mulai berangsur surut.
"Data sementara menunjukkan lebih dari 200 rumah terdampak banjir. Ketinggian air di kawasan permukiman sempat mencapai sekitar satu meter," ucap Hasanuddin.
Dijelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air di ketiga desa tersebut terus mengalami penurunan. Sehingga genangan mulai surut.
Meski demikian, BPBD Nunukan tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi apabila hujan kembali mengguyur wilayah Sebatik.
Ia memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat bencana. Dan pihaknya mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan tidak ada warga yang mengungsi. Kondisi saat ini air sudah berangsur surut di tiga desa terdampak," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT