NUNUKAN - Banjir yang terjadi di Kecamatan Sebatik Tengah merendam sejumlah titik ruas jalan. Kondisi ini berimbas pada akses ke sejumlah sekolah saat pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Camat Sebatik Tengah, Aris Nur mengatakan, banjir yang terjadi sejak dini hari menghambat mobilitas warga, termasuk para peserta didik yang mengikuti hari pertama MPLS. Banjir yang merendam sejumlah ruas jalan membuat banyak siswa kesulitan ke sekolah.
Meski bangunan sekolah dipastikan tidak terdampak banjir. Namun, banjir menutup akses jalan ke sekolah menjadi kendala utama bagi siswa untuk hadir di sekolah.
"Kalau kondisi gedung sekolah relatif aman. Namun, ada beberapa anak tidak masuk sekolah karena akses jalan menuju sekolah tertutup banjir," ucap Aris Nur, Senin (13/7).
Ia mengatakan kondisi tersebut terlihat saat melakukan pemantauan di SDN 003 Bukit Harapan. Hingga sekitar pukul 9.00 WITA, jumlah siswa yang hadir masih sangat minim. Hanya 15 anak yang bersekolah.
Ia mencontohkan, seperti banjir yang terjadi di ruas jalan di belakang SDN 004 Bukit Harapan. Dimana, upaya orang tua menggendong anaknya melewati banjir setinggi paha orang dewasa agar buah hatinya tetap mengikuti MPLS.
"Akses jalan menuju sekolah terendam banjir. Kalau untuk sekolah aman saja. Dan, sekarang kondisi banjir berangsur surut menjelang siang. Saat ini akses jalan kembali dapat dilalui," bebernya.
Lanjutnya, karena kondisi ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Dan pihak sekolah sudah menyampaikan informasi kepada orang tua melalui grup komunikasi tiap sekolah atas kondisi yang terjadi.
"Sudah diumumkan di grup sekolah masing-masing. Bagi anak yang tidak turun sekolah itu diberikan kebijakan. Bahkan yang terlambat tidak masalah, karena kondisi akses yang sedang banjir," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT