0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pimpasa Imigrasi Perkuat Desa Binaan di Kecamatan Sebatik Tengah 

Asrullah RT • Jumat, 10 Juli 2026 | 19:56 WIB
EDUKASI : Petugas Pimpasa Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan berkoordinasi dengan Camat Sebatik Tengah. 
EDUKASI : Petugas Pimpasa Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan berkoordinasi dengan Camat Sebatik Tengah. 

NUNUKAN - Menjaga wilayah perbatasan tidak cukup hanya dengan pengawasan. Pendekatan persuasif, kolaborasi lintas instansi dan pemberdayaan masyarakat menjadi langkah yang terus diperkuat Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan melalui Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) di Pulau Sebatik.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan tim Pimpasa Imigrasi Sebatik ke Kantor Kecamatan Sebatik Tengah. Dimana, koordinasi dilakukan bersama Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, terkait pelaksanaan program desa binaan. Kemudian menyerap masukan dari Ketua RT 01 Desa Aji Kuning, Amran, mengenai kondisi masyarakat di wilayah perbatasan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Adrian Soetrisno mengatakan, program desa binaan tidak hanya berorientasi pada pengawasan keimigrasian, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjaga wilayah perbatasan.

Ia menegaskan, setiap persoalan di Pulau Sebatik harus diselesaikan melalui sinergi antarlembaga dan instansi. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, berbagai isu yang muncul pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yakni menjaga kesejahteraan warga negara Indonesia yang tinggal di kawasan perbatasan.

"Karena itu, upaya pencegahan dan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing di Pulau Sebatik harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan instansi terkait serta komunitas intelijen di wilayah perbatasan," ucap Adrian Soetrisno. 

Ia menegaskan, Imigrasi Nunukan berkomitmen untuk terus memperkuat desa binaan sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Sementara, Camat Sebatik Tengah Aris Nur menyampaikan bahwa setiap kegiatan di wilayahnya selalu mengedepankan pendekatan persuasif guna menciptakan situasi yang aman, kondusif, dan diterima masyarakat.

Dijelaskan, Taman Bacaan di Desa Aji Kuning rutin menggelar kelas setiap Sabtu dengan sekitar 30 peserta dan Minggu sekitar 50 peserta. 
Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan indikasi warga negara Malaysia maupun warga negara asing yang mengikuti kegiatan tersebut.

"Meski demikian, terdapat sekitar 70 pelajar yang bersekolah di wilayah Sebatik Tengah dengan orang tua berstatus pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia. Kondisi tersebut menjadi gambaran kompleksitas kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan yang membutuhkan perhatian dan koordinasi lintas sektor," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #imigrasi #Pimpasa #desa