NUNUKAN - Konsulat RI Tawau melepas keberangkatan 30 siswa-siswi Community Learning Center (CLC) penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Beasiswa Yayasan untuk melanjutkan pendidikan jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Provinsi Kalimantan Utara.
Kepala Perwakilan RI Tawau, Dino Nurwahyudin mengatakan, apresiasi dan rasa bangga atas prestasi para siswa selama menempuh jenjang Pendidikan SMP sehingga diberi penghargaan oleh Pemerintah Indonesia dalam bentuk beasiswa. Kemudian, para siswa diminta agar memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan ini, tekun dalam menuntut ilmu, serta pantang menyerah dalam meraih cita-cita.
“Masa depan adik-adik semua berada di tangan adik-adik sendiri. Teruslah berprestasi dan berikan yang terbaik dan pantang menyerah hadapi beragam tantangan sehingga menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat dan negara,” ujar Dino Nurwahyudin saat pelepasan di Ruang Nusantara Konsulat RI Tawau, Kamis (2/7).
Sementara, Koordinator Penghubung CLC Wilayah Kerja Tawau, Raden Banu Firdaus mengatakan, pada tahun 2026, tercatat siswa kelas 9 CLC di wilayah kerja Konsulat RI Tawau yang memperoleh Beasiswa ADEM sebanyak 221 dan sebanyak 36 Beasiswa Yayasan.
"Mereka akan melanjutkan Pendidikan SLTA ke 12 provinsi tujuan penempatan penerima Beasiswa ADEM dan Yayasan, yaitu Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan," jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pemberangkatan peserta beasiswa dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu jalur udara melalui Bandara Internasional Kota Kinabalu (KKIA) menuju berbagai provinsi di Indonesia, serta jalur laut melalui Pelabuhan Tawau menuju Kalimantan Utara. Pemberangkatan melalui jalur laut pada hari ini diikuti oleh 30 siswa.
Para siswa bertolak dari Pelabuhan Tawau menuju Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan menggunakan Kapal Purnama Express. Setibanya di Nunukan, para peserta disambut oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan untuk mengikuti kegiatan pembekalan sebelum melanjutkan perjalanan menuju 4 sekolah mitra di Kalimantan Utara.
Diantaranya, SMKN 1 Nunukan, SMKN 1 Sebatik Barat, SMA Katolik St. Gabriel Nunukan, dan SMKS Mutiara Bangsa Sebatik.
"Melalui program Beasiswa ADEM dan Beasiswa Yayasan, Pemerintah Indonesia terus berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Warga Negara Indonesia di Sabah. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Indonesia yang unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing untuk berkontribusi bagi pembangunan bangsa di masa depan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT