0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perkuat Sistem Pengamanan, Lapas Nunukan Hadirkan Pos Wasrik 

Asrullah RT • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:24 WIB
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIB Nunukan Putu Bagus Sabda Pramesti 
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIB Nunukan Putu Bagus Sabda Pramesti 

NUNUKAN - Sistem keamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan terus diperkuat di tengah tingginya aktivitas operasional. Itu dibuktikan dengan hadirnya Pos Pengawasan dan Pemeriksaan (Pos Wasrik) sebagai upaya menutup celah pengamanan dan kondisi lapas yang telah mengalami kelebihan kapasitas.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIB Nunukan, Putu Bagus Sabda Pramesti mengatakan, pembangunan Pos Wasrik merupakan bagian dari aksi perubahan bertajuk Strategi Peningkatan Pengawasan dan Pemeriksaan Melalui Pembangunan Pos Wasrik pada Lapas Kelas IIB Nunukan.

Ia menegaskan, program ini difokuskan untuk memperkuat pengawasan pada area perimeter atau kawasan luar lapas yang masih memiliki sejumlah titik rawan atau blind spot. Dan hal ini sebagai upaya meningkatkan efektivitas pemeriksaan terhadap setiap akses keluar masuk.

"Penguatan sistem keamanan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Apalagi, kondisi lapas yang kini dihuni lebih dari 1.100 warga binaan, jauh di atas kapasitas ideal sebanyak 352 orang. Kondisi ini menuntut strategi pengamanan yang lebih adaptif dan terukur, " ucap Putu Bagus Sabda Pramesti, Jumat (3/7). 

Dijelaskan, keamanan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Dengan kondisi hunian yang telah melebihi kapasitas, pihaknya harus memastikan setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak dini. 

"Pembangunan Pos Wasrik menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sistem pengawasan sekaligus menutup celah keamanan yang ada," tegasnya. 

Lanjutnya, selain menghadapi kondisi overcrowded, Lapas Nunukan juga melayani tingginya mobilitas orang dan barang setiap hari. Seperti kunjungan masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas pembinaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lanuka. Tentunya, situasi ini membutuhkan sistem pengawasan yang lebih ketat, efektif dan responsif.

"Karena semakin tinggi aktivitas di dalam maupun di sekitar lapas, semakin besar pula tantangan pengamanan yang kami hadapi. Sehingga, penguatan tidak hanya dilakukan melalui kesiapan personel, tetapi juga dengan penyempurnaan sarana, pola pemeriksaan dan sistem pengawasan agar seluruh aktivitas dapat terkontrol secara maksimal," ungkapnya.

Dan Pos Wasrik ini menjadi pusat pemeriksaan seluruh arus keluar masuk orang maupun barang ke dalam wilayah lapas. Hadirnya Pos Wasrik diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, mempercepat respons terhadap situasi darurat, sekaligus mencegah barang-barang terlarang masuk ke lingkungan lapas. 

Baginya, pembangunan Pos Wasrik bukan sekadar menambah fasilitas fisik, tetapi menjadi bagian dari transformasi sistem pengamanan yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis mitigasi risiko. Ia juga berharap Pos Wasrik mampu meningkatkan efektivitas pengawasan petugas, mempersempit ruang gerak berbagai potensi pelanggaran, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan di Nunukan.

"Kami terus membangun budaya kerja yang mengedepankan kewaspadaan, profesionalisme, dan deteksi dini. Petugas pengamanan harus mampu membaca potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Pengamanan yang baik justru menjadi fondasi bagi keberhasilan pembinaan," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #lapas #WBP