NUNUKAN - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan Anton Siagian, beserta tim melakukan kunjungan ke Konsulat RI Tawau. Rombongan diterima langsung Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin. Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergi antara Konsulat RI Tawau dan BNN Nunukan.
Kepala BNNK Nunukan Anton Siagian mengatakan, upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, khususnya di wilayah perbatasan antara Kalimantan Utara dan Sabah terus dilakukan. Dan menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini antara BNN dan Konsulat RI Tawau
Ia menegaskan, BNN Nunukan membutuhkan dukungan dan sinergi dari Konsulat RI Tawau dalam menjaga wilayah perbatasan Kalimantan Utara–Sabah dari berbagai bentuk kejahatan lintas batas negara. Terutama yang berkaitan dengan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.
“Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Konsulat RI Tawau. Sinergi ini sangat penting dalam mendukung upaya pengawasan dan pencegahan masuk maupun keluarnya narkotika serta obat-obatan terlarang melalui jalur perbatasan Indonesia–Malaysia,” ucap Anton Siagian.
Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin menyambut baik kunjungan Kepala BNN Nunukan beserta rombongan dan menegaskan komitmen Konsulat RI Tawau untuk terus memperkuat kerja sama dengan BNN dalam memberantas serta mencegah peredaran narkotika di wilayah perbatasan Sabah–Kalimantan Utara.
Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap aktivitas keluar-masuk barang-barang terlarang. Sehingga diperlukan kolaborasi yang erat antara berbagai pihak terkait.
“Konsulat RI Tawau berkomitmen untuk terus bersinergi dengan BNN dan berbagai pemangku kepentingan terkait dalam upaya mencegah serta memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Kami juga secara aktif menjalin koordinasi dengan berbagai counterpart di wilayah kerja, khususnya instansi yang bergerak di bidang keamanan, seperti Polis Diraja Malaysia (PDRM), Polis Marin, dan instansi terkait lainnya guna meminimalisir terjadinya kejahatan lintas batas, termasuk kejahatan narkotika,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT