NUNUKAN - Kesempatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan untuk mengembangkan usaha semakin terbuka lebar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan tidak hanya menyediakan kredit tanpa bunga hingga Rp 25 juta, tetapi membuka akses pembiayaan perbankan hingga Rp 100 juta bagi pelaku usaha yang menunjukkan perkembangan omzet.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Mukthar mengatakan, upaya mendukung pelaku usaha terus dilakukan. Dan DKUKMPP Nunukan siap menjadi inkubator bisnis mengawal pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan memenuhi persyaratan perbankan.
Apalagi, Kabupaten Nunukan saat ini memiliki sekitar 10 ribu pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor usaha. Tentunya, potensi ini harus terus didorong agar tidak berhenti pada skala mikro, tetapi mampu berkembang menjadi usaha kecil hingga menengah.
"Jika ada UMKM yang usahanya sudah berkembang dan omzetnya bagus, tentu peluang mendapatkan pembiayaan lebih besar. Dari Rp 50 juta sampai Rp 100 juta itu sangat terbuka. Pendampingan kami berikan untuk mengakses pembiayaan dari perbankan," ucap Mukthar, Rabu (1/7).
Dijelaskan, DKUKMPP Nunukan tidak hanya memiliki kewenangan menentukan siapa yang layak menerima kredit. Dan penilaian tetap sepenuhnya menjadi kewenangan bank sesuai ketentuan yang berlaku.
"Peran kami adalah menjadi inkubator, melakukan pembinaan, pendampingan, kemudian menyampaikan kepada pihak bank bahwa ada pelaku usaha yang usahanya berkembang dan layak untuk difasilitasi. Kami bukan pemberi rekomendasi atau penentu," bebernya.
Ia menegaskan, pendampingan tidak hanya sebatas mempertemukan UMKM dengan bank. Tetapi pembinaan agar memiliki tata kelola yang baik, mulai dari pencatatan keuangan, administrasi usaha, legalitas, hingga kemampuan menyusun rencana pengembangan bisnis juga diberikan ke pelaku UMKM.
"Ada UMKM sebenarnya memiliki usaha yang bagus, tetapi belum tertib administrasi atau belum memiliki laporan keuangan yang memadai," singkatnya.
Baginya, dengan akses pembiayaan yang lebih besar akan mempercepat pertumbuhan UMKM. Dengan tambahan modal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas. Mulai dari produksi, peralatan, pemasaran hingga membuka lapangan kerja baru.
"Yang kita inginkan UMKM Nunukan tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar tumbuh. Jangan selamanya berada di level mikro. Harus ada yang naik menjadi usaha kecil, kemudian menengah," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT