NUNUKAN - Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah memperkuat upaya mitigasi bencana dengan membentuk Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA). Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, geografis dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi.
Camat Sebatik Tengah, Aris Nur mengatakan, pembentukan kecamatan tangguh bencana menjadi salah satu program prioritas dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu, profesional dan berbasis partisipasi masyarakat. Hal ini membutuhkan dukungan masyarakat, pemerintah desa hingga relawan.
"Kondisi geografis Sebatik Tengah menjadikan wilayah ini memiliki tingkat kerentanan terhadap berbagai jenis bencana. Mulai dari banjir, kekeringan, cuaca ekstrem hingga potensi bencana alam lainnya," ucap Aris Nur, Selasa (30/6).
Dijelaskan, perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menuntut pemerintah untuk tidak hanya fokus pada penanganan setelah bencana. Tetapi juga membangun sistem mitigasi yang kuat sebelum bencana terjadi.
"Kecamatan memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan sekaligus penghubung antara Pemkab Nunukan dengan masyarakat. Karena itu seluruh proses penanggulangan bencana harus berjalan secara terkoordinasi. Mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi," jelasnya.
Menurutnya, paradigma penanggulangan bencana telah berubah. Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada penanganan setelah bencana, kini pendekatan yang dikedepankan yakni pengurangan risiko melalui mitigasi dan kesiapsiagaan.
"Yang lebih penting adalah bagaimana kita melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum bencana terjadi. Memahami apa yang harus dilakukan ketika bencana datang dan proses penanganannya sesuai manajemen kebencanaan yang terstruktur. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko maupun dampak buruk terhadap masyarakat dapat diminimalisasi," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT