NUNUKAN - Politeknik Negeri Nunukan terus melakukan pengembangan program studi sesuai kebutuhan masyarakat. Itu dibuktikan dengan hadirnya Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juni Mardiansyah menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan atas dibukanya program studi baru di Politeknik Negeri Nunukan.
"Kehadiran Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah perbatasan," ucap Juni Mardiansyah, Selasa (30/6).
Dijelaskan, letak geografis Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, membuka banyak peluang di bidang perdagangan, pariwisata, logistik, dan jasa profesional. Karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan komunikasi bisnis agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Melalui program studi ini diharapkan lahir generasi muda Nunukan yang memiliki kemampuan bahasa Inggris, keterampilan komunikasi bisnis, serta siap bekerja di berbagai sektor industri," harapnya.
Lanjutnya, saat ini dunia usaha dan dunia industri juga diharapkan dapat menjadi mitra Politeknik Negeri Nunukan melalui program magang, kelas industri dan penyerapan tenaga kerja lokal. Untuk itu, pihaknya mengajak para mahasiswa yang menjadi angkatan pertama program studi tersebut untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan yang ada.
"Kemampuan bahasa Inggris yang didukung keterampilan bisnis akan menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan global sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Nunukan, Arkas Viddy menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Nunukan dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Baginya, Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, terutama di wilayah perbatasan. "Program studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai bahasa Inggris, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi profesional, bisnis, teknologi digital, serta kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan industri," jelasnya.
Menurutnya, perkembangan globalisasi, transformasi digital, serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi lintas negara menjadikan kemampuan komunikasi internasional sebagai kebutuhan yang sangat penting.
"Sebagai daerah perbatasan, Nunukan membutuhkan tenaga profesional yang mampu berkomunikasi secara efektif dalam bahasa Inggris, khususnya di bidang bisnis," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT