NUNUKAN - Kondisi jalan menuju Kecamatan Kecamatan Krayan Selatan semakin sulit dilalui. Akibatnya, pasokan kebutuhan masyarakat yang masuk ke wilayah tersebut semakin sulit. Sementara, kebutuhan masyarakat semakin menipis.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, kondisi jalan saat ini semakin buruk. Curah hujan tinggi yang terjadi membuat jalan semakin sulit dilalui. Baik roda dua maupun roda empat.
"Tidak ada satu pun kendaraan yang mampu melintasi jalur tersebut. Kerusakan jalan semakin parah karena hujan. Mobil pengangkut barang kebutuhan maupun BBM sudah tidak sanggup melintas," ucap Oktavianus Ramli, Senin (29/6).
Dijelaskan, masyarakat saat ini hanya mengandalkan sisa stok kebutuhan pokok yang masih tersedia di sejumlah kios. Namun, keterbatasan pasokan menyebabkan harga berbagai barang mengalami lonjakan signifikan.
Menurutnya, sulitnya akses berimbas pada sejumlah sektor. Sebab, selain mengganggu distribusi logistik, lumpuhnya akses jalan juga menghentikan aktivitas pemasaran hasil pertanian masyarakat. Beras Adan yang menjadi komoditas utama warga tidak dapat diangkut keluar daerah.
"Termasuk dipasarkan ke Malaysia yang selama ini menjadi salah satu tujuan penjualan. Masyarakat sangat bergantung pada penjualan beras untuk memperoleh penghasilan. Sekarang beras tidak bisa dijual ke Malaysia karena tidak ada kendaraan yang bisa mengangkutnya," ungkapnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan akses jalan di Krayan Selatan agar distribusi kebutuhan pokok kembali normal. Dan hasil pertanian masyarakat dapat dipasarkan, sehingga roda perekonomian masyarakat tidak semakin terpuruk.
"Hasil panen menumpuk di kampung. Tentunya, sumber pendapatan warga praktis terhenti karena sulitnya akses jalan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT