NUNUKAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan terus memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (SBP). Itu dibuktikan dengan hadirnya Qori Internasional, Dasrizal yang memberikan motivasi spiritual keagamaan, pada Minggu (21/6).
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan mengatakan, pembinaan keagamaan merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pembentukan karakter WBP. Sebab, ini merupakan upaya Lapas Nunukan membangun kesadaran religius serta mendorong perubahan perilaku WBP melalui pendekatan spiritual.
"Tujuannya sebagai bekal WBP agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik," ucap Donny Setiawan.
Ia berharap, kegiatan yang dilaksanakan Lapas Nunukan dapat meningkatkan semangat memperbaiki diri yang tumbuh di kalangan WBP. Dan yang terpenting tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi berlanjut melalui pembinaan keagamaan yang berkesinambungan, seperti program tahsin Al-Quran dan pengajian rutin di lingkungan lapas.
"Program pembinaan spiritual ini berkontribusi dalam menciptakan suasana lapas yang kondusif, religius, dan harmonis, sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial warga binaan setelah menjalani masa pidana," jelasnya.
Sementara, Dasrizal memberikan motivasi dan tausiyah tentang pentingnya menjadikan masa pembinaan di dalam lapas sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat keimanan, serta mendekatkan diri kepada Al-Quran.
Untuk diketahui, Sosok Dasrizal dikenal sebagai qori berprestasi di tingkat internasional. Selain berkarier sebagai akademisi, ia juga tercatat meraih Juara I Tilawatil Quran Internasional di Malaysia pada 2013, Kuwait pada 2022, dan Arab Saudi pada 2025.
"Setiap ujian kehidupan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Al-Quran menjadi pedoman yang mampu membimbing seseorang menuju perubahan yang lebih baik," pesan Dasrizal di hadapan para WBP," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT