NUNUKAN - Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat merespons laporan warga atas kejadian kebakaran yang menimpa kediaman Siti Salim (50) warga Jalan Bhayangkara RT 08, Kelurahan Nunukan Barat, pada Kamis (18/6) dini hari.
Peristiwa kebakaran itu menghanguskan dapur rumah berukuran sekitar 3 x 5 meter persegi yang dihuni oleh tiga jiwa, yakni Siti Salim, anaknya berumur 9 tahun dan Ibunya yang sudah lanjut usia.
Komandan Pleton Pemadam Kebakaran, Damkar Nunukan, Suwar mengatakan, informasi kejadian kebakaran diterima sekitar pukul 1.39 WITA dari Ahmad Rojali, tetangga korban. Dan lokasi kebakaran berada di area padat perumahan persis di simpang tiga lampu merah Jalan Bhayangkara.
"Setelah menerima laporan, kami segera bertindak cepat bergegas menuju lokasi kejadian,” ucap Suwar.
Dijelaskan, saat tiba dilokasi kejadian, kondisi ruangan dapur tersebut telah dipenuhi asap. Kemudian, korbaran api terlihat sampai ke dinding dan merambat ke plavon.
Sehingga, petugas damkar segera melakukan tindakan pemadaman dan pendinginan, kobaran api berhasil dijinakkan dengan cepat sehingga tidak menjalar dan merambat ke bangunan lain yang berada di sekitarnya.
“Proses pemadaman berlangsung kurang dari 15 menit, selanjutnya sekitar setengah jam lebih dilakukan tindakan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersisa sehingga kondisi benar-benar aman,” jelasnya.
Lanjutnya, kondisi di sekitar dapur rumah korban, penuh dengan kayu kering yang digunakan untuk memasak lontong. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, awal mula kebakaran diketahui pemilik rumah saat anaknya yang berumur 9 tahun terbangun di tengah malam dan meminta ditemani buang air kecil.
Kemudian, saat menuju dapur, pemilik rumah merasa pengap seperti ada asap. Dan saat tiba di dapur dia melihat api sudah besar menyala membakar ruangan dan spontan meminta pertolongan warga sekitar.
“Lalu pemilik rumah menjerit berteriak kebakaran, yang didengar dan diketahui oleh tetangga korban lalu segera melaporkan ke petugas pemadam kebakaran,” ungkapnya.
Berdasarkan pengakuan pemilik rumah, terakhir ia beraktivitas di dapur tungku tersebut untuk memasak lontong pada Rabu pagi. Penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa bara api yang belum padam saat aktivitas memasak lontong di dapur pada pagi hari.
Sehingga lama kelamaan api menyala dan membesar karena disekitarnya banyak bahan yang mudah terbakar. “Dalam peristiwa ini tidak ada korban luka ataupun jiwa, sedangkan kerugian harta benda masih proses perhitungan,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT