NUNUKAN - Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat rusaknya akses jalan menuju wilayah Kecamatan Krayan Selatan berdampak langsung terhadap operasional pembangkit listrik milik PLN. Akibat keterbatasan stok BBM, layanan listrik yang sebelumnya menyala selama 12 jam kini terpaksa dibatasi menjadi empat jam setiap hari.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, pasokan BBM untuk operasional PLN tidak dapat didistribusikan dari Long Bawan karena kondisi jalan yang mengalami kerusakan. Saat ini, PLN hanya mengandalkan sisa stok BBM yang tersedia untuk mempertahankan layanan listrik kepada masyarakat.
“Karena suplai BBM dari Long Bawan tidak bisa masuk akibat kondisi jalan yang rusak, PLN hanya menggunakan stok yang ada. Operasional listrik yang sebelumnya menyala dari pukul 18.00 hingga 6.00 WITA, sekarang hanya bisa beroperasi sekitar pukul 18.00 sampai 21.00 WITA,” ucap Oktavianus Ramli, Jumat (12/6).
Dijelaskan, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kebutuhan listrik rumah tangga warga, tetapi juga memengaruhi layanan telekomunikasi di wilayahnya. Sebab, sejumlah tower jaringan ikut terdampak karena keterbatasan pasokan energi untuk mengoperasikan perangkat pendukung.
“Jaringan telekomunikasi juga ikut terganggu karena tower membutuhkan pasokan listrik untuk tetap beroperasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan situasi dan berharap akses distribusi BBM segera kembali normal. Pasalnya, jika pasokan BBM tidak dapat masuk dalam waktu dekat, maka tidak menutup kemungkinan terjadi pemadaman listrik total.
“Ke depan akan terus dievaluasi. Kalau BBM tetap tidak bisa masuk, maka berpotensi terjadi pemadaman total,” tegasnya.
Kondisi ini menambah tantangan masyarakat Krayan Selatan yang selama ini mengandalkan listrik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, komunikasi, serta pelayanan publik. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah percepatan perbaikan akses jalan agar distribusi BBM dan layanan kelistrikan dapat kembali normal.
"Untuk hari ini sekitar 700 liter peruntukan dua mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel)," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT