Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ribuan Kendaraan Jadi Target Optimalisasi Pajak Samsat Pembantu Tulin Onsoi

Asrullah RT • Kamis, 11 Juni 2026 | 20:39 WIB
OPTIMALISASI : Petugas Samsat Pembantu Tulin Onsoi saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. 
OPTIMALISASI : Petugas Samsat Pembantu Tulin Onsoi saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

NUNUKAN - Potensi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di kawasan perbatasan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Langkah optimalisasi terus dilakukan guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperluas jangkauan layanan perpajakan kepada masyarakat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltara, Dr. Tomy mengatakan, wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan memiliki potensi objek pajak kendaraan bermotor yang sangat besar. Berdasarkan data sekitar 9.100 unit kendaraan bermotor yang tersebar di sejumlah kecamatan yang menjadi wilayah layanan Samsat Pembantu Tulin Onsoi.

"Data potensi pajak di Kecamatan Tulin Onsoi, Sebuku, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis dan Sei Menggaris ada lebih dari 9.100 unit kendaraan," ucap Dr. Tomy, kemarin. 

Dirincikan, dari sekitar 9.100 unit kendaraan terdiri dari 7.460 unit kendaraan roda dua, 1.718 unit lainnya merupakan kendaraan roda empat. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi penerimaan pajak kendaraan bermotor yang dapat menjadi salah satu sumber penguatan PAD Kalimantan Utara. 

Dan selama ini potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Alasannya, kondisi geografis dan keterbatasan akses pelayanan menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak.

"Banyak masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh menuju Kantor Samsat Induk Nunukan untuk mengurus administrasi pembayaran pajak. Dan tidak hanya membutuhkan waktu yang panjang, tetapi juga biaya transportasi yang harus dikeluarkan lagi," jelasnya. 

Baginya, potensi penerimaan yang cukup besar belum tergarap karena dengan optimal. Dikarenakan, sebagian masyarakat masih terkendala jarak dan akses menuju kantor Samsat induk di Nunukan. 

Dan hal ini menjadi perhatian serius pemerintah karena wilayah perbatasan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara. Diharapkan peningkatan layanan yang dilakukan dapat mengurangi biaya dan waktu yang harus dikeluarkan masyarakat. 

"Keberadaan Samsat Pembantu Tulin Onsoi tidak hanya bertujuan meningkatkan penerimaan daerah saja, tetapi juga memberikan kemudahan pelayanan. Karena, saat masih berstatus Payment Point, layanan yang tersedia hanya sebatas pembayaran pajak kendaraan tahunan.

"Mendekatkan pelayanan merupakan salah satu strategi paling efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Semakin dekat pelayanan yang diberikan, semakin besar pula peluang pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#pajak kendaraan #nunukan #Tulin Onsoi #samsat