Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Nunukan Masuk Wilayah Waspada Tsunami, Bupati Instruksikan Langkah Antisipasi Maksimal 

Asrullah RT • Senin, 8 Juni 2026 | 20:21 WIB
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mengambil langkah antisipatif pasca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status tsunami untuk sejumlah wilayah. Dan di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, termasuk Kabupaten Nunukan masuk dalam Waspada Tsunami. 

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri menyampaikan telah bmengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Nunukan. “Saya telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan seluruh instansi terkait untuk terus memantau perkembangan situasi secara ketat serta menyiapkan segala langkah kesiapsiagaan yang diperlukan,” ucap H. Irwan Sabri.

Diketahui, instruksi ini disampaikan sebagai tanggapan atas terjadinya gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada pukul 6.37 WIB, Senin (8/6). Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut berpotensi memicu tsunami. Sehingga status Waspada diberlakukan bagi sejumlah wilayah termasuk Nunukan, Tarakan dan Bulungan.

Selain menginstruksikan kesiapan aparat, ia juga memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. 
Terutama bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir seperti Sebatik dan sekitarnya. 

"Sebaiknya, sementara waktu hindari kawasan pantai dan muara sungai sampai ada informasi pencabutan status resmi,” pesannya.

Dan ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Serta, tidak mudah terhasut informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami menghimbau agar masyarakat hanya mempercayai dan menyebarkan informasi yang bersumber dari instansi resmi, yaitu BMKG dan Pemerintah Kabupaten Nunukan,” tambahnya.

Saat ini, koordinasi terus diperkuat antara Pemkab Nunukan, BMKG, BPBD, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya. Pemantauan, dilakukan secara terus-menerus baik melalui peralatan maupun kehadiran petugas di lapangan.

Hingga saat ini belum ada laporan perubahan signifikan pada kondisi laut maupun kejadian yang membahayakan. “Keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama kami. Kami akan terus memantau situasi dan segera menyampaikan perkembangan terbaru apabila terdapat perubahan status atau hal penting lainnya," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#gempa bumi #nunukan #tsunami #pemkab nunukan #bmkg