Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Peringatan Dini Tsunami, BPBD Nunukan Minta Masyarakat Tidak Panik dan Tetap Waspada

Asrullah RT • Senin, 8 Juni 2026 | 11:19 WIB
TITIK GEMPA : Peta ShakeMap BMKG memperlihatkan sebaran guncangan gempa M7,7 di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/). Guncangan kuat terjadi di wilayah episenter dan turut dirasakan di sejumlah daerah di Sulawesi Utara. BMKG
TITIK GEMPA : Peta ShakeMap BMKG memperlihatkan sebaran guncangan gempa M7,7 di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/). Guncangan kuat terjadi di wilayah episenter dan turut dirasakan di sejumlah daerah di Sulawesi Utara. BMKG

NUNUKAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status waspada pasca gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6) pukul 6.37 WIB. 

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memantau situasi serta menyampaikan himbauan kepada seluruh warga.

Kepala Seksi Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, pihaknya telah menyebarkan pesan peringatan melalui media sosial dan pesan singkat. Informasi ini perlu diketahui terutama warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir. 

“Kami terus memantau perkembangan, baik lewat peralatan pendeteksi maupun berkoordinasi langsung dengan BMKG Nunukan. Petugas kami juga bersiaga di titik-titik pesisir untuk mengawasi tanda-tanda perubahan keadaan laut. Hingga saat ini belum ada laporan perubahan yang menunjukan hal yang mengkhawatirkan,” ujarnya, Senin (8/6).

Diketahui, pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer, sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung Sulawesi Utara.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto mengatakan, gempa ini tergolong dangkal akibat pergerakan lempeng bumi dengan mekanisme sesar naik yang berpotensi mengangkat massa air laut dan memicu terjadinya tsunami.

Berdasarkan pemantauan dan pemodelan BMKG, wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) yang meliputi Nunukan, Tarakan, hingga Bulungan, masuk dalam kategori Waspada Tsunami. Sementara wilayah lain seperti Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara berada dalam tingkat Siaga Tsunami.

Status waspada ini bermakna, masyarakat diminta menjauhi kawasan pantai, muara sungai, serta menunda segala aktivitas di pesisir sampai ada pemberitahuan resmi selanjutnya. Bukan berarti bahaya sudah pasti terjadi, melainkan langkah pencegahan demi keselamatan bersama.

“Hingga pukul 07.00 WIB tercatat ada satu gempa susulan berkekuatan 6,7 magnitudo, namun sampai saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Getaran pun baru dirasakan hingga wilayah Sulawesi dan Maluku dengan skala III hingga IV MMI,” tambah penjelasan dari BMKG.

Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap tenang, tidak mudah terhasut berita yang belum jelas kebenarannya, dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG maupun instansi pemerintah daerah. Pemantauan terus dilakukan secara ketat dan terpadu demi menjaga keselamatan seluruh masyarakat. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#kaltara #gempa bumi #tsunami