Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Eksplorasi Jejak Endemik Borneo di Krayan melalui Kolaborasi BRIN dan TNKM

Asrullah RT • Jumat, 5 Juni 2026 | 17:28 WIB
KOORDINASI : Pertemuan tim ahli peneliti dari BRIN, serta staf Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dari Balai TN Kayan Mentarang bersama Kepala Adat Besar Krayan Hilir,  Daniel Sinau dan Camat Krayan Timur, Marjuni. 
KOORDINASI : Pertemuan tim ahli peneliti dari BRIN, serta staf Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dari Balai TN Kayan Mentarang bersama Kepala Adat Besar Krayan Hilir,  Daniel Sinau dan Camat Krayan Timur, Marjuni. 

NUNUKAN - Upaya pelestarian dan pengungkapan potensi keanekaragaman hayati di bentang alam Kalimantan Utara terus diperkuat. Jajaran Resort Krayan, Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), bersama tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggelar rapat koordinasi lintas sektoral guna mempersiapkan ekspedisi penelitian berskala internasional di kawasan Krayan.

Kepala Balai TN Kayan Mentarang, Seno Pramudito mengungkapkan pertemuan strategis ini dilangsungkan di kediaman Daniel Sinau selaku Kepala Adat Besar Krayan Hilir, bersama Camat Krayan Timur, Marjuni, tim ahli peneliti dari BRIN, serta staf Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dari Balai TN Kayan Mentarang.

"Adapun fokus utama dari koordinasi ini adalah pemantapan rencana kegiatan riset yang mengusung tema Research on the Rediscovery of Bornean Areas of Endemism of Evolutionary Source of Southeast Asia's Remarkable Terrestrial Biodiversity," ucap Seno Pramudito, Kamis (4/6). 

Dijelaskan, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menelusuri dan memetakan kembali area-area endemik di daratan Borneo. Khususnya, kawasan ini diyakini para ilmuwan sebagai salah satu sumber evolusi paling krusial bagi terbentuknya keanekaragaman hayati darat yang luar biasa di kawasan Asia Tenggara.

"Keterlibatan berbagai pihak dalam pertemuan ini menegaskan prinsip bahwa kegiatan sains di kawasan konservasi tidak dapat dipisahkan dari kearifan lokal. Persetujuan dan dukungan dari masyarakat adat menjadi fondasi utama sebelum tim gabungan terjun melakukan pengambilan data di lapangan," jelasnya. 

Lanjutnya, dukungan penuh pemerintah kecamatan dan tokoh adat atas inisiatif riset ini. Dan berharap, sinergi antara peneliti BRIN, petugas TNKM, dan masyarakat adat Krayan dapat memastikan bahwa seluruh proses eksplorasi berjalan dengan menghormati hukum adat serta tradisi setempat.

Kemudian, kehadiran staf PEH TNKM dalam tim kolaborasi ini juga diproyeksikan akan memperkuat basis data ekologi pengelola kawasan. 

"Hasil temuan dari riset ini nantinya tidak hanya akan menjadi sumbangsih literatur akademis global, tetapi juga akan memperkokoh rumusan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lanskap TNKM sebagai benteng terakhir ekosistem endemis Borneo di masa depan," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#Taman Nasional Kayan Mentarang #BRIN #TNKM #krayan