Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Lewat Musdesus, Pemdes Sungai Limau Bersama Warga Bahas Langkah Penanggulangan Pasca Longsor 

Asrullah RT • Jumat, 5 Juni 2026 | 17:25 WIB
LANGKAH CEPAT : Pemerintah Desa Sungai Limau menggelar Musdesus untuk penanganan jembatan yang terputus di RT 014.
LANGKAH CEPAT : Pemerintah Desa Sungai Limau menggelar Musdesus untuk penanganan jembatan yang terputus di RT 014.

NUNUKAN - Pemerintah Desa Sungai Limau bergerak cepat pasca terjadinya bencana longsor yang memutus akses jembatan di RT 014. Melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar pada Kamis (4/6), bertujuan untuk merumuskan langkah penanganan pasca bencana.

Musdesus yang dihadiri tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah membahas percepatan pemulihan akses masyarakat. Sebab, jembatan yang runtuh di Jalan Sinta, RT 014, Desa Sungai Limau diakibatkan longsor. 

Camat Sebatik Tengah, Aris Nur mengatakan, terkait penanganan jembatan yang putus, rencana pembangunan kembali akan dilakukan. Dan untuk anggaran pembangunan telah tersedia melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Karena itu, pihaknya berharap proses pembangunan dapat segera dilaksanakan.

 “Untuk pembangunan jembatan yang runtuh, dananya sudah tersedia di pemerintah daerah. Kami berharap proses pembangunan dapat segera dilaksanakan agar akses masyarakat kembali lancar dan aman digunakan,” ucap Aris Nur, Jumat (5/6). 

Sementara, Kepala Desa Sungai Limau, Mardin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta personel TNI yang telah bergotong royong membangun jembatan alternatif. Dengan jembatan alternatif ini sangat membantu warga, tenaga pendidik dan para siswa yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

 “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan aparat TNI yang telah berpartisipasi serta bekerja sama dalam pembangunan jembatan alternatif. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti kuatnya kebersamaan dalam menghadapi bencana ini,” ungkapannya.

Lanjutnya, pemerintah desa telah menyiapkan anggaran yang bersumber dari Dana Desa yang dapat digunakan untuk pembangunan jalan sementara. Langkah ini dilakukan guna memastikan akses transportasi masyarakat tetap berjalan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.

"Melalui Musdesus ini, diharapkan seluruh upaya penanganan bencana dapat terlaksana secara terkoordinasi sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan pembangunan infrastruktur yang terdampak dapat segera direalisasikan," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#musdesus #desa sungai limau #nunukan #longsor