NUNUKAN - Guna memastikan seluruh warga mendapatkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan terus menggencarkan program jemput bola. Buktinya, sepanjang Mei 2026, layanan jembut bola tercatat tiga kali dilaksanakan dan menjangkau sejumlah wilayah.
Kepala Disdukcapil Nunukan, Agustinus Palentek mengatakan, layanan jemput bola merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Disdukcapil untuk memastikan seluruh warga, termasuk yang berada di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan akses, tetap dapat memperoleh layanan adminduk.
"Karena masih ada masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan atau memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke kantor. Karena itu kami hadir melalui program jemput bola agar pelayanan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ucap Agustinus, Jumat (2/6).
Dijelaskan, pelayanan kependudukan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dan melalui program jemput bola yang dilaksanakan tidak hanya mempermudah pengurusan dokumen. Tetapi juga memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak administrasinya akibat kendala jarak dan akses transportasi.
“Jangan sampai ada warga yang tidak memiliki dokumen hanya karena lokasi tempat tinggalnya jauh dari kantor pelayanan,” jelasnya.
Melalui layanan jemput bola, masyarakat dilayani pengurus mulai dari perekaman KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga konsultasi administrasi kependudukan.
"Pelayanan ini memudahkan masyarakat. Kami turun ke lapangan, masyarakat bisa langsung mengurus kebutuhan administrasi tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan yang besar untuk datang ke kantor,” ungkapnya.
Ia menegaskan, layanan jemput bola terbukti efektif meningkatkan cakupan pelayanan. Sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan administrasi kependudukan yang dihadapi masyarakat.
"Bagi warga yang belum sempat mengurus dokumen bisa terlayani saat tim langsung ke wilayah mereka. Pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya masyarakat,” bebernya.
Lanjutnya, pelayanan adminduk tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian dokumen. Tetapi juga harus berorientasi pada kepuasan masyarakat. Dan selanjutnya, Disdukcapil Nunukan akan terus memperkuat pola pelayanan jemput bola. Sebab, Kabupaten Nunukan memiliki karakteristik geografis berbeda dengan wilayah lain di Indonesia.
"Seluruh warga berhak mendapatkan pelayanan yang sama, baik yang tinggal di pusat kota maupun di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan. Dengan layanan jemput bola diharapkan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang terlayani," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT