NUNUKAN - Semangat gotong royong ditunjukkan warga Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah bersama pemerintah desa dan personel Satgas Pamtas TNI Bukit Keramat membangun jembatan alternatif usai jembatan utama runtuh. Jembatan darurat berhasil diselesaikan pada Rabu, (3/6) dan kini sudah dapat digunakan warga.
Kepala Desa Sungai Limau, Mardin mengatakan, jembatan alternatif yang telah dibangun kini sudah dapat dilalui masyarakat, termasuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang tidak membawa muatan berat.
"Jembatan alternatif ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa muatan berat juga sudah dapat melintas," ucap Mardin, Kamis (4/6)
Dijelaskan, pembangunan jembatan alternatif tersebut sepenuhnya merupakan hasil swadaya masyarakat dan pemerintah. Untuk kebutuhan pembangunan, seperti kayu dan material lainnya, disediakan langsung warga.
Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan semangat gotong royong untuk mengatasi kesulitan akses yang terjadi akibat runtuhnya jembatan yang merupakan akses utama masyarakat.
"Jembatan yang sudah selesai dibangun ini merupakan hasil swadaya masyarakat dan pemerintah. Warga secara sukarela menyumbangkan kayu dan berbagai material lain yang diperlukan untuk pembangunan jembatan agar akses masyarakat dapat segera kembali normal," jelasnya.
Lanjutnya, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan masyarakat untuk menyiapkan jalur alternatif lainnya yang dapat dilalui kendaraan roda empat bermuatan berat. Upaya ini dilakukan agar hasil pertanian masyarakat di RT 14 tetap dapat keluar dan dipasarkan tanpa mengalami kendala transportasi.
K"eberadaan jalur alternatif tersebut menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen sebagai pengganti jembatan yang runtuh, yang nantinya akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah," ungkapnya.
Dengan adanya jembatan alternatif ini, mobilitas warga, akses pendidikan, serta distribusi hasil pertanian masyarakat diharapkan dapat terus berjalan dengan lancar hingga jembatan permanen selesai dibangun.
"Selain masyarakat dan pemerintah desa, personel Satgas Pamtas TNI juga turut bergotong royong dalam proses pembangunan jembatan alternatif. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa dan aparat TNI menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah perbatasan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT