NUNUKAN - Pagi yang seharusnya berjalan biasa bagi Affan (12) mendadak berubah menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Bagaimana tidak, Affan datang ke Markas Pemadam Kebakaran bersama kedua orang tuanya setelah jari telunjuknya tersangkut di lubang sebuah gayung saat mandi. Kepanikan terjadi di kediamannya di Jalan Angkasa, Gang Mandor Bedu 5. Sebab, berbagai cara dilakukan, namun jari Affan tak kunjung bisa dilepaskan dari gayung tersebut.
Komandan Pleton Rescue Pemadam Kebakaran, Muhammad Aminuddin menceritakan kondisi itu terjadi pada Kamis (28/5) pagi sekitar pukul 8.50 WITA. Berdasarkan orang tua, anaknya mandi pagi seperti biasa. Namun, setelah ditunggu sekitar 30 menit lamanya jam belum keluar juga dari kamar mandi.
Khawatir terjadi sesuatu, orang tuanya menggedor pintu kamar mandi, setelah dibuka didapati jari telunjuk Affan tersangkut di lobang gayung. Affan mengakui, awalnya iseng saja memasukkan jari telunjuk ke lobang gayung berwarna biru tersebut, saat mau dilepaskan ternyata tidak bisa dan tersangkut.
Sebelum diputuskan membawa ke Damkar Nunukan, kedua orang tuanya sudah berbagai cara mencoba melepaskan sendiri. Hanya saja usaha yang dilakukan belum membuahkan hasil. "Akhirnya, orang tua Affan memutuskan untuk di bawa ke pemadam kebakaran guna meminta pertolongan. Kehadiran Affan dan ke dua orang tuanya langsung diarahkan menuju ruang rescue di lantai dua mako utama damkar," bebernya.
Selanjutnya, petugas rescue segera mempersiapkan peralatan untuk melakukan evakuasi pelepasan. Dan evakuasi berjalan lancar sesuai rencana dan prosesnya berlangsung sekitar 15 menit. "Dengan menggunakan gerinda mini dan sangat berhati-hati, jari telunjuk yang tersangkut di lobang gayung tersebut berhasil dilepaskan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT