NUNUKAN - Hujan lebat yang mengguyur Nunukan pada Minggu (24/5) malam membuat sumber air bersih Perumda Tirta Taka, Nunukan Naik signifikan. Berdasarkan kondisi di lapangan, debit air di dua embung naik diangka 1 meter lebih pada Senin, (25/5).
Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan, Arpiansyah mengatakan, kondisi ketersediaan air baku di sejumlah embung di Nunukan mengalami peningkatan. Seperti, debit air di Embung Bolong yang sebelumnya hanya berada di angka 51 sentimeter. Dan saat ini mencapai 1 meter 72 sentimeter.
Sementara itu, di Embung Bilal yang kini berada pada ketinggian 1 meter 70 sentimeter dari sebelumnya 48 sentimeter. “Alhamdulillah, beberapa hari terakhir terjadi peningkatan volume air di embung. Perumda Tirta Taka saat ini mengupayakan menormalkan pelayanan distribusi air bersih,” ucap Arpiansyah, Senin (25/5).
Dijelaskan, meningkatnya debit air di dua embun, pihaknya berencana membuka sistem zonasi distribusi air secara keseluruhan. Hanya saja, pelaksanaannya tetap dilakukan secara bertahap guna menjaga stabilitas distribusi dan menyesuaikan kapasitas produksi air yang tersedia.
“Kami akan membuka zonasi secara menyeluruh. Tetapi dilakukan bertahap agar distribusi tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal," ungkapnya.
Lanjutnya, Perumda Tirta Taka juga berharap intensitas hujan di Pulau Nunukan dan Sebatik dapat terus berlangsung. Dengan begitu cadangan air baku kembali normal dan pelayanan distribusi air bersih dapat pulih sepenuhnya.
Dan, secara klimatologis masa akhir kemarau di Pulau Nunukan sebenarnya telah berakhir pada akhir Februari 2026. Namun, fenomena El Nino menyebabkan durasi musim hujan tahun ini menjadi lebih pendek dibanding kondisi normal.
"Karena fenomena El Nino memengaruhi kondisi cuaca. Sehingga, curah hujan yang terjadi tidak maksimal. Dan berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada Agustus 2026 mendatang,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT