NUNUKAN - Langkah modernisasi pelayanan keimigrasian di wilayah perbatasan terus dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan. Itu dibuktikan dengan pengelolaan data penumpang lintas negara yang mulai terintegrasi secara digital melalui penerapan aplikasi All Indonesia dan Sistem Informasi Profiling Passenger (SIPP).
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikkim) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Donly P Siahaan mengatakan, penerapan sistem tersebut disosialisasikan kepada instansi terkait dan stakeholder pelayanan penumpang di Nunukan. Ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan dan meningkatkan pengawasan keimigrasian di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan seluruh pihak dalam mengoperasikan sistem digital tersebut agar proses pelaporan data penumpang dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan akurat," ucap Donly P Siahaan, Kamis (15/5).
Dijelaskan, melalui aplikasi ini, penyampaian data penumpang dapat dilakukan secara digital. Sehingga, pelayanan keimigrasian menjadi lebih cepat, tertib, dan efisien, baik pada proses kedatangan maupun keberangkatan.
Menurutnya, penerapan sistem terintegrasi menjadi kebutuhan penting bagi Nunukan sebagai wilayah perbatasan dengan mobilitas lintas negara yang cukup tinggi. Dan kehadiran teknologi ini dinilai mampu mendukung pengawasan yang lebih optimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebab, selain mempercepat proses administrasi, penggunaan All Indonesia dan SIPP juga membantu petugas dalam meningkatkan akurasi data penumpang di lapangan. Sistem yang terhubung antarinstansi membuat proses pertukaran informasi dapat dilakukan secara real time.
“Koordinasi antarpetugas menjadi lebih cepat dan terintegrasi. Ini sangat membantu dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas penumpang di wilayah perbatasan,” jelasnya.
Baginya, dengan berbagai masukan serta kendala teknis yang selama ini ditemui di lapangan. Selanjutnya, masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem ke depan.
Karena itu, melalui inovasi digital dan kolaborasi lintas instansi, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan keimigrasian yang profesional, modern, dan adaptif di perbatasan.
“Kami ingin memastikan sistem yang diterapkan benar-benar mampu mendukung pelayanan publik yang semakin baik dan memberi kemudahan bagi masyarakat,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT