Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BPPD Nunukan Susun Masterplan, Jawab Tantangan Pembangunan dan Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Asrullah RT • Jumat, 15 Mei 2026 | 20:47 WIB
PERCEPATAN PEMBANGUNAN : FGD penyusunan masterplan melibatkan OPD, TNI Polri, akademisi, pelaku usaha hingga unsur masyarakat berlangsung di aula pertemuan BPPD Nunukan. 
PERCEPATAN PEMBANGUNAN : FGD penyusunan masterplan melibatkan OPD, TNI Polri, akademisi, pelaku usaha hingga unsur masyarakat berlangsung di aula pertemuan BPPD Nunukan. 

NUNUKAN – Upaya mempercepat pembangunan kawasan perbatasan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) guna menyusun masterplan potensi dan arah pengembangan kawasan perbatasan.

Kepala BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang mengatakan, melalui forum strategis ini untik menggali berbagai potensi daerah sekaligus memetakan arah kebijakan pembangunan kawasan perbatasan secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dijelaskan, penyusunan masterplan ini merupakan langkah penting dalam merumuskan strategi pembangunan kawasan perbatasan yang lebih terarah dan sesuai dengan karakteristik wilayah Nunukan.

Apalagi, Nunukan sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia memiliki posisi strategis sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sehingga, membutuhkan perencanaan pembangunan yang komprehensif. FGD ini dilaksanakan untuk menggali berbagai potensi dan persoalan di kawasan perbatasan. Agar nantinya dapat dirumuskan arah kebijakan pembangunan yang tepat dan berkelanjutan,” ucap Robby.

Lanjutnya, pengembangan kawasan perbatasan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur saja. Tetapi juga mencakup penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan potensi unggulan daerah hingga penguatan aspek pertahanan dan kedaulatan negara.

Ia menegaskan, penyusunan masterplan pihaknya melibatkan berbagai pihak. Mulai dari organisasi perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha hingga unsur masyarakat. Tujuannya agar penyusunan masterplan secara partisipatif dan berbasis kebutuhan daerah.

Sebab, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar pembangunan kawasan perbatasan dapat berjalan lebih optimal dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Kawasan perbatasan memiliki potensi besar di sektor perdagangan lintas batas, perikanan, perkebunan, pariwisata hingga jasa. Potensi-potensi ini harus dipetakan dengan baik agar dapat dikembangkan secara maksimal,” tegasnya.

Selain memetakan potensi unggulan, FGD tersebut juga membahas berbagai tantangan pembangunan kawasan perbatasan. Seperti keterbatasan infrastruktur, aksesibilitas wilayah, pelayanan dasar masyarakat hingga persoalan sosial dan ekonomi di wilayah perbatasan.

"Hasil FGD dapat menjadi dasar penyusunan masterplan pengembangan kawasan perbatasan yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Nunukan. Dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#perbatasan #pembangunan #nunukan #fgd