Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jemaah Haji asal Kaltara Jalani Umrah Wajib, Suhu Cuaca Capai 43 Derajat

Asrullah RT • Jumat, 15 Mei 2026 | 20:45 WIB
IBADAH : Ratusan jemaah haji Kloter 7 Embarkasi Balikpapan diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib.
IBADAH : Ratusan jemaah haji Kloter 7 Embarkasi Balikpapan diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib.

NUNUKAN - Ratusan jemaah haji asal Kalimantan Utara memasuki tahapan penting dalam perjalanan ibadah di Tanah Suci. Sebanyak 358 jemaah Kloter 7 Embarkasi Balikpapan diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib.

Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, H. Sayid Abdullah mengatakan, rombongan jemaah haji bertolak dari Madinah pada sore hari waktu Arab Saudi. Kemudian, dijadwalkan tiba di Makkah pada malam hari.

“Alhamdulillah, jemaah haji asal Kaltara saat ini sedang dalam perjalanan menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. Perjalanan dimulai sekitar pukul 17.00 waktu Arab Saudi dan diperkirakan tiba di Makkah sekitar pukul 23.00,” ucap Sayid Abdullah dari Tanah Suci, Jumat (15/5).

Dijelaskan, dalam perjalanan menuju Makkah, jemaah haji terlebih dahulu mengambil miqat di Bir Ali sebagai penanda dimulainya niat umrah. Namun, karena kondisi cuaca ekstrem di Madinah yang mencapai 43 derajat celsius, pihak kloter mengambil kebijakan khusus bagi jemaah berisiko tinggi (risti).

Dimana, untuk jemaah haji lansia dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu tidak diperkenankan turun dari bus demi menjaga keselamatan dan kesehatan.

“Cuaca di Madinah sangat terik. Karena itu, jemaah risti cukup mengambil niat dari atas bus tanpa turun ke area masjid di Bir Ali. Kami tidak memberikan kesempatan untuk turun maupun melaksanakan salat di lokasi miqat demi menghindari risiko kesehatan,” ungkapnya.

Lanjutnya, setibanya di Makkah, jemaah tidak langsung diberangkatkan untuk melaksanakan umrah wajib. Pihak kloter akan lebih dahulu menyesuaikan dengan pengaturan pergerakan jemaah yang ditetapkan syarikah dan maktab.

“Setelah tiba di Makkah, jemaah akan diatur terlebih dahulu sesuai regulasi yang berlaku sambil menunggu informasi dari pihak syarikah dan maktab terkait jadwal pelaksanaan umrah,” bebernya.

Ia menegaskan, selain faktor teknis pengaturan jemaah, saat kedatangan rombongan yang bertepatan dengan hari Jumat juga menjadi pertimbangan tersendiri. Sebab, aktivitas di Masjidil Haram pada hari Jumat biasanya lebih padat dan memiliki pengaturan khusus.

“Rombongan kami tiba pada di hari Jumat. Jadi kemungkinan besar jamaah Kaltara akan melaksanakan umrah wajib usai salat Jumat,” pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#naik haji #kaltara #haji #umrah #nunukan