Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pembinaan Kemandirian, WBP Ciptakan Motif Batik Khas Nunukan

Asrullah RT • Kamis, 14 Mei 2026 | 20:42 WIB
BERKARYA : Proses pembuatan batik yang dilakukan WBP dengan mengkolaborasikan motif batik LaNuka dengan motif khas Nunukan Lulantatibu yang dipadukan dengan karakter dan identitas khas Lapas Nunukan.
BERKARYA : Proses pembuatan batik yang dilakukan WBP dengan mengkolaborasikan motif batik LaNuka dengan motif khas Nunukan Lulantatibu yang dipadukan dengan karakter dan identitas khas Lapas Nunukan.

NUNUKAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Itu dibuktikan melalui program pembinaan kemandirian terhadap WBP Lapas Nunukan.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan Donny Setiawan mengatakan, WBP tak hanya dibekali keterampilan saja, tetapi juga diberi ruang untuk berkarya dan melahirkan identitas budaya baru lewat penciptaan batik khas Nunukan. Hal ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan dapat melahirkan kreativitas dan karya bernilai budaya. 

"Dalam program keterampilan membatik tersebut, para WBP berhasil menciptakan sejumlah motif khas yang sarat makna dan menggambarkan kekayaan lokal daerah perbatasan," ucap Donny Setiawan, Kamis (14/5). 

Dijelaskan, salah satu karya unggulan yang berhasil lahir adalah kolaborasi motif batik LaNuka dengan motif khas Nunukan Lulantatibu yang dipadukan dengan karakter dan identitas khas Lapas Nunukan. Motif tersebut menjadi simbol perpaduan antara budaya lokal, sejarah daerah, serta semangat pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Selanjutnya, pada proses produksi, Lapas  Nunukan juga melakukan penelusuran sejarah terbentuknya Kabupaten Nunukan. Termasuk menggali nilai-nilai budaya, suku, dan adat asli Kalimantan yang berkembang di wilayah Nunukan. Langkah ini dilakukan agar motif batik yang dihasilkan benar-benar memiliki akar budaya dan mampu menjadi identitas khas daerah.

"Batik hasil karya WBP ini tidak hanya menjadi produk pembinaan, tetapi juga telah mendapatkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM. Ke depan, motif batik tersebut juga direncanakan untuk dipatenkan sebagai batik khas Lapas Nunukan sekaligus menjadi produk unggulan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," bebernya.

Atas pencapaian ini, pihaknya mengaku bangga kepada para WBP yang mampu menghasilkan karya berkualitas. Bahkan, batik hasil karya tersebut disebut telah digunakan pimpinan tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

"Kegiatan membatik bukan sekadar program keterampilan, tetapi juga menjadi bekal life skill bagi para WBP agar memiliki kemampuan, kreativitas, dan kepercayaan diri ketika kembali ke tengah masyarakat. Di sisi lain, program ini juga menjadi bentuk edukasi kepada publik bahwa Lapas Nunukan mampu menghadirkan karya budaya yang unik, bernilai ekonomi, dan tidak dimiliki daerah lain," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#pembinaan kemandirian #nunukan #lapas #WBP