Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

DKPP Nunukan Identifikasi Wilayah Rentan Pangan Secara Geografis

Asrullah RT • Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11 WIB
KOORDINASI : Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Suhaeli saat memimpin rapat penyusunan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA). 
KOORDINASI : Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Suhaeli saat memimpin rapat penyusunan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA). 

NUNUKAN - Penyusunan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) atau Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Tahun 2026 kembali digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan. Rapat ini melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (12/5).

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Suhaeli mengatakan, FSVA merupakan peta tematik yang disusun Badan Pangan Nasional. Tujuannya, untuk mengidentifikasi wilayah rentan rawan pangan secara geografis. 

"Peta ini menjadi instrumen penting dalam memetakan kerawanan pangan kronis berdasarkan aspek ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan," ucap Suhaeli. 

Dijelaskan, sebelum dilakukan penyusunan peta, tahapan awal yang harus dilakukan yakni sosialisasi pemanfaatan penyusunan Peta FSVA Tahun 2026 di Kabupaten Nunukan. Usai sosialisasi, dilanjutkan dengan penyusunan Peta FSVA Tahun 2026 dengan metode baru. 

"Ada beberapa indikator tambahan dibanding metode lama pada tahun 2024 dan 2025. Sebab, penyusunan peta FSVA bertujuan memberikan gambaran dan visualisasi geografis mengenai daerah rentan dan rawan pangan mulai tingkat kabupaten hingga desa. 

"Selain itu, data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas intervensi pemerintah. Peta FSVA ini juga mendukung program penurunan angka kemiskinan, pengurangan stunting, hingga pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya target nol kelaparan di Kabupaten Nunukan,” jelasnya.

Ia menegaskan, peta FSVA akan menjadi acuan pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran pada tahun 2026 dan 2027. Intervensi yang dilakukan nantinya disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Dan ada beberapa program yang dapat disinergikan melalui data FSVA. Diantaranya, pemanfaatan dana desa untuk ketahanan pangan sebesar 20 persen, program peningkatan gizi keluarga melalui Dinas Kesehatan, hingga penyediaan air bersih rumah tangga oleh Dinas PUPR.

"Sementara itu, sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan hingga ke tingkat desa agar pangan yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan layak," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#kaltara #nunukan #pangan #ketahanan pangan