NUNUKAN – Kabupaten Nunukan diproyeksikan menjadi simpul ekonomi baru di wilayah perbatasan Kalimantan seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyeksi tersebut diungkapkan saat Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pembangunan kawasan perbatasan Nunukan dengan tema ransformasi Nunukan Menuju New Economic Hub.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita Ibu Kota Nusantara, Thomas Umbu Pati TB mengatakan, konsep pembangunan IKN sebagai superhub ekonomi nasional yang terintegrasi dengan daerah mitra dan kawasan perbatasan di Kalimantan.
Baginya, pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada pemindahan Pusat Pemerintahan. Tetapi juga menjadi strategi pemerataan ekonomi nasional melalui penguatan konektivitas antarwilayah, termasuk kawasan perbatasan seperti Kabupaten Nunukan.
“Letak Nunukan berada di beranda terdepan Indonesia dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Dengan posisi yang sangat strategis. Ini menjadi modal besar untuk bertransformasi sebagai new economic hub di kawasan utara Kalimantan,” ucap Thomas Umbu Pati TB saat pemaparan, Selasa (12/5).
Dijelaskan, adapun potensi besar yang dimiliki Nunukan mulai dari sektor perdagangan lintas batas, logistik, perikanan, pertanian hingga energi. Kemudian, potensi pariwisata yang berbasis kawasan perbatasan yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi IKN.
Baginya, konsep daerah mitra IKN saat ini tengah dikembangkan Otorita IKN. Dan hal ini membuka peluang besar bagi daerah-daerah di Kalimantan untuk terhubung dalam rantai pertumbuhan ekonomi baru.
"Dengan konsep tersebut, kawasan perbatasan tidak lagi dipandang sebagai wilayah belakang, melainkan sebagai pintu gerbang ekonomi nasional. Paradigma pembangunan sekarang berubah. Kawasan perbatasan harus menjadi halaman depan negara yang maju, produktif dan kompetitif,” tegasnya.
Dan untuk merealisasikan itu, ia menekankan dibutuhkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan aparat keamanan. Kemudian, ia menilai Nunukan dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan sejumlah klaster ekonomi strategis sesuai dengan konsep pembangunan daerah mitra IKN. Seperti industri berbasis pertanian berkelanjutan, energi rendah karbon, ekowisata, hingga pusat logistik kawasan perbatasan.
Karena itu, ia berharap melalui rakor percepatan pembangunan kawasan perbatasan, pemerintah diharapkan mampu merumuskan langkah konkret dalam memperkuat posisi Kabupaten Nunukan sebagai simpul ekonomi baru di wilayah utara Kalimantan sekaligus memperkuat kedaulatan negara di kawasan perbatasan.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di IKN, tetapi juga menyebar dan memberi dampak langsung bagi daerah-daerah mitra, termasuk Nunukan,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT