Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Keterbatasan Infrastruktur hingga Akses Pendidikan Masih Jadi Tantangan di Perbatasan Nunukan

Asrullah RT • Selasa, 12 Mei 2026 | 15:46 WIB
Kepala BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang
Kepala BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menegaskan wilayah perbatasan harus menjadi beranda depan bangsa yang mencerminkan kedaulatan, martabat, sekaligus daya saing Indonesia di mata dunia.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan, Robby Nahak Serang, saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan 2026 di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Selasa (12/5).

Rakorda yang mengusung penguatan transformasi Nunukan menuju New Economic HUB tersebut dihadiri ratusan peserta dari unsur pemerintah desa, kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan kawasan perbatasan tidak lagi dipandang sebagai halaman belakang Indonesia, tetapi sebagai beranda depan negara yang menentukan wajah kedaulatan dan daya saing bangsa,” ucap Robby Nahak Serang. 

Menurutnya, posisi strategis Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, menjadikan daerah ini sebagai pintu gerbang penting bagi mobilitas manusia, perdagangan, logistik, hingga interaksi sosial budaya lintas negara.

Apalagi dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), kawasan utara Kalimantan dinilai memiliki peran semakin vital dalam peta geopolitik dan pertumbuhan ekonomi nasional. “Nunukan tidak boleh lagi berada di pinggiran pembangunan nasional. Kita harus menjadi bagian penting dari pusat pertumbuhan baru Indonesia,” tegasnya.

Dijelaskan, dengan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Nunukan, ia mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi di wilayah perbatasan. Mulai dari keterbatasan infrastruktur dasar, tingginya biaya logistik, akses pendidikan, kesehatan, listrik, telekomunikasi, dan konektivitas jalan yang belum merata.

“Sebagian wilayah kita masih menghadapi keterbatasan konektivitas antarwilayah. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama,” pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#perbatasan #nunukan #wilayah perbatasan #bppd