NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatatkan terdapat dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Minggu, (9/5). Dua titik karhutla ini terjadi di Kecamatan Nunukan Selatan tepatnya di Kelurahan Tanjung Harapan dan Kelurahan Mansapa.
Kepala Subsi Bidang Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, penanganan karhutla di Kecamatan Nunukan Selatan terjadi pada Minggu, (10/5) sekitar pukul 15.30 WITA. Dihari yang sama ada dua titik terpantau terjadi karhutla.
"Lokasi pertama di Jalan Lapas, Kelurahan Tanjung Harapan. Dan lokasi kedua di Jalan Anastasia Wijaya Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan," ucap Hasanuddin, Senin (11/5).
Dijelaskan, adapun dampak karhutla yang terjadi di Jalan Lapas Nunukan berdasarkan laporan warga dan pantauan lapangan personel BPBD Nunukan kejadian kebakaran lahan diperkirakan mulai sejak pukul 13.00 WITA. Dari kejadian kebakaran lahan tersebut diperkirakan luas lahan yang terbakaran mencapai 1 hektare.
"Lahan yang terbakar merupakan lahan milik warga yang diduga dibuka untuk perkebunan. Upaya pemadaman yang dilakukan hingga pukul 17.30 WITA api dapat dipadamkan sepenuhnya Tim Damkarhutla BPBD Nunukan," jelasnya.
Kemudian, di lokasi titik kedua, Jalan Anastasia Wijaya Panamas, Kelurahan Mansapa berdasarkan pantauan personel BPBD sekitar pukul 17.00 WITA terjadi Karhutla di sekitar wilayah tersebut. Adapun yang terbakar adalah hutan dan lahan kosong yang berada di perbukitan.
"Belum dapat diketahui siapa pemilik lahan. Upaya pemadaman dilakukan sejak pukul 18.00 WITA. Kondisi wilayah yang berbukit cukup tinggi ditambah kondisi gelap dengan jarak pandang terbatas menjadi tantangan dalam upaya pemadaman," ungkapnya.
Lanjutnya, hingga pukul 22.00 WITA, api belum dapat dipadamkan sepenuhnya. Tim masih berada di lapangan untuk terus memantau perkembangan situasi karhutla. Adapun luasan lahan yang terbakar hingga pukul 22.00 WITA diperkirakan lebih dari 8 hektare.
"Upaya penanganan yang dilakukan pemadaman langsung di lokasi kejadian karhutla bersama tim gabungan. Memberikan himbauan langsung kepada masyarakat sekitar terkait waspada karhutla dan berkoordinasi dengan seluruh tim yamg terlibat di lapangan," benernya.
Adapun personel yang yakni BPBD Nunukan, Polres Nunukan, Brimob, KPH Nunukan dan warga sekitar. Untuk armada dan peralatan yang digunakan berupa mobil tangki Damkarhutla BPBD, mobil slip on BPBD hingga kendaraan motor roda 2 BPBD, Brimob dan Polres Nunukan.
"Kendala dilapangan kondisi titik api yang luas dan sebagian besar berada di perbukitan dan jurang yang cukup tinggi, kondisi jarak pandang dan pencahayaan yang terbatas, bahaya dan risiko serangan hewan/binatang dan tidak ada sumber air disekitar lokasi karhutla," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT