NUNUKAN - Kondisi jalan penghubung antara kecamatan di wilayah dataran tinggi Krayan yang belum tersentuh perbaiki menjadi pertanyaan besar masyarakat. Sebab, untuk mobilitas orang dan barang saat itu menyulitkan masyarakat lantaran kondisi jalan rusak parah.
Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli mengatakan, pihaknya selalu mendapatkan pertanyaan atas peran pemerintah dengan kondisi jalan di wilayah kerjanya. Sebab, kondisi jalan rusak ini terus dirasakan masyarakat.
"Masyarakat terus bertanya, dimana pemerintah? Apakah Krayan Selatan bagian NKRI? Pertanyaan ini terus sampaikan kepada kami sebagai pemerintah di kecamatan," ucap Oktavianus Ramli, Senin (4/5).
Dijelaskan, kesabaran masyarakat untuk terus menunggu perbaikannya jalan tak perlu diragukan lagi. Namun, persoalan akses jalan yang menghubungkan antara kecamatan ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Masyarakat terus menunggu, kalau hal lain tadi bisa dimaklumi mereka. Ini soal keselamatan, perekonomian dan soal kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Ia menegaskan, selama ini masyarakat juga tidak tinggal diam atas kondisi jalan yang rusak. Masyarakat telah gotong royong memperbaiki jalan yang sulit dilalui secara swadaya. Namun, tanpa didukung dengan alat berat hasilnya tidak maksimal.
"Masyarakat berusaha mengatasi kerusakan ini semampunya dengan alat manual. Tapi seberapa yang dapat dikerjakan. Sementara kondisi yang ada saat ini butuh penanganan serius," tegasnya.
Ia mencotohkan, kondisi cuaca di Krayan Selatan sejak tiga hari terakhir diguyur hujan. Imbasnya, Jalan Lingkar menghubung Long Kayu, Krayan Selatan-Lembudud, Krayan Barat mengalami kerusakan yang sangat parah.
"Kondisi jalan sangat parah. Memang, sempat kering 1 Minggu. Sekarang, mobilisasi barang dan orang terganggu," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT