NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak tanah longsor Kecamatan Krayan Timur. Wilayah tersebut terdapat dua lokasi tanah longsor di Desa Wa’Yagung dan Desa Pa Kebuan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PKRR), BPBD Nunukan, Yunus Randa mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah cepat untuk mengidentifikasi kondisi lapangan. Dari hasil identifikasi akan menjadi acuan menentukan upaya penanganan yang tepat.
"Dari hasil pemantauan awal, BPBD menemukan beberapa titik longsor yang berpotensi mengganggu akses masyarakat serta membahayakan lingkungan sekitar. Terutama saat curah hujan tinggi," ucap Yunus Randa, Sabtu (2/5).
Dijelaskan, peninjauan langsung ke lokasi terdampak tanah longsor ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko bencana di wilayah rawan longsor. Langkah ini penting untuk penanganan selanjutnya.
“Kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi terkini dan mengumpulkan data di lapangan. Hal ini penting sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang efektif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk tindak lanjut. Termasuk kemungkinan penanganan teknis serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak berdampak lebih luas.
Momentum itu juga dimanfaatkan untuk bersosialisasi ke masyarakat khususnya yang berada di sekitar lokasi tanah longsor. Sebab, pasca terjadi tanah longsor potensi kejadian yang sama terulang bisa terjadi lagi.
"BPBD Nunukan mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama saat kondisi cuaca ekstrem, serta segera melaporkan jika ditemukan tanda-tanda potensi pergerakan tanah," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT