NUNUKAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi. Tak tanggung-tanggung, sekitar tujuh hektar lahan yang terdiri dari kebun sawit masyarakat dan lahan kosong semak belukar dilalap si jago merah.
Komandan Pleton Damkar Sektor Sebatik, Mulyadi mengatakan, kebakaran terjadi di Jalan Somel, Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik, pada Rabu (29/4). Dan proses pemadam membutuhkan waktu cukup lama.
"Selain petugas pemadam kebakaran Sektor Sebatik, kepala desa, anggota marinir, polisi dan warga setempat turun bersama ke lapangan untuk melakukan pemadaman dan pemantauan," ucap Mulyadi, Kamis (30/4).
Dijelaskan, karhutla yang terjadi diketahui berdasarkan informasi dari Ketua RT 08, Bahar. Dan disinyalir, kebakaran lahan yang terjadi merupakan lanjutan kebakaran yang sebelumnya terjadi pada Minggu, (26/4).
"Saat hujan turun waktu itu, api tidak benar-benar padam. Sehingga, saat cuaca panas beberapa hari ini, titik api muncul kembali dan meluas, awalnya dari RT 07 dan menjalar ke kawasan RT 08," jelasnya.
Pihaknya, menduga kebakaran lahan yang terjadi atas ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebab, disinyalir lahan sengaja dibakar kemudian api meluas dan tidak terkendali.
Karena itu, pihaknya menghimbau kepada warga, untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan dalih dan alasan apa pun. Sebab, hal ini dapat memicu terjadinya karhutla. "Mengingat cuaca saat ini cenderung panas, tentunya sangat rawan dan rentan sekali," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT