Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Potensi Karhutla Tinggi di Nunukan, Tingkatkan Kewaspadaan dan Detensi Dini

Asrullah RT • Selasa, 28 April 2026 | 19:07 WIB
Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Muhammad Amin
Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Muhammad Amin

NUNUKAN - Ancaman bencana alam di wilayah Nunukan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Karena itu, kesiapsiagaan terus ditingkatkan sebagai upaya pencegahan terhadap bencana alam yang kapan saja bisa terjadi. 

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Setkab Nunukan, H. Muhammad Amin mengatakan, pelaksanaan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 menjadi wujud komitmen dan kesiapan bersama dalam menghadapi bencana. Khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Nunukan memiliki wilayah yang luas dengan hutan dan lahan yang harus kita jaga bersama. Jika terjadi kebakaran, dampaknya tidak hanya dirasakan di daerah kita, tetapi juga bisa sampai ke negara tetangga,” ucap Muhammad Amin. 

Dijelaskan, berdasarkan data 2025, Kabupaten Nunukan mencatat 11 titik hotspot yang terjadi di sejumlah kecamatan. Dan wilayah yang rawan karhutla yakni Kecamatan Sebuku, Sembakung, Lumbis dan Krayan. Dan perlu diketahui penyebab utama masih didominasi kelalaian manusia, seperti membuka lahan dengan cara membakar.

"Memasuki musim kemarau tahun 2026, potensi kebakaran masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan langkah pencegahan," pesannya. 

Kemudian, ia menegaskan beberapa langkah penting yang dilakukan yakni meningkatkan patroli dan deteksi dini di wilayah rawan, menghentikan praktik pembakaran lahan, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran.

"Selain itu, kerja sama antar instansi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Semua pihak diharapkan saling bersinergi dan segera melaporkan jika terjadi kebakaran melalui BPBD," pesannya. 

Selanjutnya, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat dari dampak asap. Seperti penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan menyiapkan layanan kesehatan serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Mari kita gaungkan bersama komitmen Nunukan Bebas Asap 2026. Ini adalah tanggungjawab kita bersama demi masa depan generasi yang akan datang,” tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#karhutla #kebakaran hutan #nunukan #kebakaran lahan