NUNUKAN - Kunjungan kerja dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara di Nunukan. Kunker kali ini dipimpin langsung Kepala BNNP Kaltara, Abdul Hasyim bertemu Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri.
Kepala BNNP Kaltara, Abdul Hasyim mengatakan, kunker yang dilakukan di Kabupaten Nunukan bertujuan meninjau langsung kondisi wilayah perbatasan serta, memperkuat koordinasi dalam upaya pemberantasan narkoba. Baginya, Nunukan berada di wilayah strategis sehingga dibutuhkan pemahaman dalam pengawasan.
“BNN secara keseluruhan membutuhkan kolaborasi dan koordinasi yang kuat. Khususnya dengan pihak kepolisian daerah. Apalagi dengan keterbatasan personel BNNK, sinergi menjadi kunci utama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa misi pemberantasan narkoba sejalan dengan visi Presiden menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi muda harus dilindungi dari pengaruh negatif, khususnya penyalahgunaan narkotika.
“Kita harus menghindarkan generasi muda dari hal-hal negatif. Kami mendukung kebijakan Kabupaten Nunukan dan berharap seluruh pihak diberikan kemudahan dalam menjalankan visi dan misi ini,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menambahkan terkait kunjungan BNNP pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi perhatian dari BNNP. Ia menjelaskan bahwa wilayah Nunukan geografi cukup luas. Kemudian, memiliki wilayah perbatasan darat dan laut.
Seperti, wilayah seperti Krayan yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara. Krayan sendiri merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.
Kemudian, Pulau Sebatik yang menjadi wilayah terdekat dengan Tawau, Malaysia. Salah satu jalur penyeberangan terdekat berada di Aji Kuning dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.
"Banyaknya jalur tikus di perbatasan membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan penyelundupan. Sehingga dibutuhkan kerjasama dari semua pihak,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT