Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ratusan Siswa CLC Sungai Kawa Terima Pembekalan Kebangsaan dan Perlindungan Diri 

Asrullah RT • Minggu, 19 April 2026 | 21:05 WIB
EDUKASI : Konsulat RI Tawau saat menyambangi para siswa-siswi CLC Sungai Kawa, yang berlokasi di Syarikat Sawit Kinabalu, Ladang Sungai Kawa. 
EDUKASI : Konsulat RI Tawau saat menyambangi para siswa-siswi CLC Sungai Kawa, yang berlokasi di Syarikat Sawit Kinabalu, Ladang Sungai Kawa. 

NUNUKAN – Konsulat RI Tawau kembali melaksanakan kegiatan Consulate Goes to CLC yang kali ini diselenggarakan di CLC Sungai Kawa, yang berlokasi di Syarikat Sawit Kinabalu, Ladang Sungai Kawa. CLC Sungai Kawa tercatat memiliki 175 siswa-siswi yang terdiri dari jenjang kelas 1 hingga kelas 9.

Siswa-siswi ini merupakan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mayoritas lahir dan besar di Sabah, Malaysia, khususnya di kawasan perladangan sawit. Proses pembekalan diawali dengan pembentangan bendera Merah Putih yang diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai bentuk penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para siswa.

Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin mengatakan, materi yang diberikan kepada generasi bangsa mengenai perjuangan bangsa Indonesia hingga meraih kemerdekaan. Kemudian, prestasi yang dicapai bangsa Indonesia sebagai hasil nyata kemerdekaan. 

"Bangsa Indonesia saat ini telah menguasai berbagai teknologi tinggi dalam berbagai bidang seperti antara lain memproduksi sendiri pesawat udara, kapal laut, kereta api," ucap Dino Nurwahyudin melalui release yang diterima Radar Tarakan, Minggu (19/4). 

Dijelaskan, Indonesia sebagai bangsa agraris dan memproduksi berbagai komoditas pertanian yang terdapat komoditas unggulan ekspor. Seperti porang, kayu manis, kokoa, kopi, dan kelapa sawit. 

“Tentunya, adik-adik siswa CLC harus bangga sebagai bangsa Indonesia dan belajar sungguh-sungguh agar dapat ikut aktif membangun Indonesia yang semakin maju dan sejahtera”, pesannya. 

Sementara, Ketua DWP Konsulat RI Tawau, Gain N. Nurwahyudin, berpesan terkait bahaya child grooming. Sehingga, edukasi diberikan sebagai upaya memberi kesadaran akan adanya potensi kejahatan child grooming yang menyasar anak-anak di berbagai tempat, tak terkecuali di lingkungan CLC yang berada di wilayah perkebunan sawit. 

"Para siswa dibekali ciri-ciri child grooming dan cara-cara mencegahnya. Konsulat RI Tawau berharap dapat terus memperkuat rasa kebangsaan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan diri di kalangan siswa CLC, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan terlindungi," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#Anak Pekerja Migran #Konsulat RI Tawau #nunukan #pmi #pekerja migran indonesia