NUNUKAN - Personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL bersama Kodim 0911/Nunukan kembali menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras (Miras). Ratusan botol miras berbagai merek asal negeri jiran tersebut berhasil diamankan.
Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/SL, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana mengatakan, keberhasilan penggagalan penyeludupan miras ini berbekal dari informasi masyarakat. Kemudian, ditindaklanjuti personel Pos Bukit Keramat bersama personel Kodim 0911/Nunukan melalui patroli gabungan di jalur tikus perbatasan RI–Malaysia.
Patroli dilaksanakan pada Kamis, (16/4) sekira pukul 20.00 WITA hingga Jumat, (17/4) pukul 3.50 WITA tepatnya di wilayah perbatasan Kampung Keramat, Kecamatan Sebatik Barat. Personel dipimipin Danpos Bukit Keramat, Lettu Inf Marthinus bersama Kodim 0911/Nunukan melaksanakan patroli gabungan serta menyusun rencana pelaksanaan patroli di titik-titik rawan.
"Pada Jumat dini hari sekitar pukul 1.25 WITA, personel mendapati dua orang mencurigakan yang membawa barang dari arah perbatasan Malaysia. Saat dilakukan upaya penindakan, kedua pelaku melarikan diri ke arah wilayah Malaysia. Sehingga dilakukan pengejaran hingga mendekati patok batas negara. Namun, pelaku tidak berhasil diamankan dan diduga berhasil meloloskan diri," jelasnya.
Selanjutnya, dilakukan penyisiran di sekitar lokasi. Hasilnya, tim menemukan timbunan barang di semak belukar yang setelah diperiksa berisi miras. Adapun miras yang berhasil diamankan berupa 11 kardus dengan total 132 botol dengan merek R&B Montoku, 2 kardus R&B Beer berisikan 48 kaleng dan 1 kardus R&B Likeur sebanyak 12 botol.
"Total keseluruhan sekitar 192 botol dan nilai perkiraan mencapai Rp 15.200.000. Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Pos Bukit Keramat dalam keadaan lengkap dan aman," rincinya.
Ia menegaskan, langkah ini menjadi bukti nyata kesigapan dan sinergi aparat dalam mencegah aktivitas ilegal di wilayah perbatasan. "Serta sebagai bentuk komitmen Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT