NUNUKAN - Intensitas hujan tinggi kembali terjadi di wilayah daratan tinggi Krayan. Akibatnya, jalang penghubung antara kecamatan rusak parah dan sulit dilakukan kendaraan baik roda dua hingga roda empat.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, kondisi ruas jalan kini semakin sulit untuk dilalui. Utamanya, dari Lembudud, Krayan Barat menuju Long Layu, Krayan Selatan dan Binuang, Krayan, Tengah.
"Untuk beberapa hari intesitas hujan cukup tinggi, membuat jalan Lembudud-Long Layu -Binuang rusak sangat parah," ucap Oktavianus Ramli, kepada Radar Tarakan, Rabu (15/4).
Dijelaskan, karena sulitnya kendaraan melintas di sejumlah titik jalan yang rusak parah berimbas pada distribusi kebutuhan masyarakat. Seperti, sembilan bahan pokok (sembako) yang semakin sulit diperoleh masyarakat.
"Dan mobil pengangkut bahan kebutuhan masyarakat seperti sembako dan kebutuhan BBM sulit melintas dijalan rusak tersebut. Kondisi saat ini sembako mulai langka di Krayan Selatan. Seperti gula, kalaupun ada harganya Rp 20 hingga Rp 30 ribu," ungkapnya.
Ia memperkirakan, kondisi ruas jalan penghubung antar kecamatan yang rusak mencapai puluhan kilometer. Tak hanya itu, sejumlah titik jembatan juga kondisinya ambruk.
"Hampir sepanjang jalan kurang lebih 42 kilometer rusak parah dan beberapa jembatan ambruk. Ini menyulitkan pengandara mobil untuk masuk dan keluar dari Krayan Selatan," bebernya.
Selain memberikan dampak pada distribusi kebutuhan masyarakat. Kondisi jalan rusak di Krayan Selatan kini berimbas pada pelayanan pemerintah dan pelayanan kesehatan.
"Situasi ini mengakibat pelayanan pemerintah kecamatan dan pelayanan puskesmas kekurangan obat-obatan karena pengiriman dari Long Bawan. Untuk sampai ke Krayan Selatan sangat sulit," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT