Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jalan Kaki hingga 20 Kilometer Demi Mendapat Bantuan, Cerita Sopir Pengangkut Kebutuhan Masyarakat di Krayan

Asrullah RT • Selasa, 14 April 2026 | 16:05 WIB
MIRIS : Kondisi sopir bermandikan lumpur saat berjuang agar kendaraannya keluar dari jalan rusak di aalan antar kecamatan di Krayan. 
MIRIS : Kondisi sopir bermandikan lumpur saat berjuang agar kendaraannya keluar dari jalan rusak di aalan antar kecamatan di Krayan. 

NUNUKAN - Ada kisah pilu yang harus dirasakan para sopir yang berjuang membawa kebutuhan masyarakat di dataran tinggi Krayan. Perjalanan dari Kecamatan Krayan menuju Krayan Selatan seharusnya ditempuh hanya 2 hingga 3 jam kini menjadi 2 hingga 3 hari lamanya. 

Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli mengungkapkan kisah Andre yang bekerja sebagai sopir antara kecamatan di daerah penghasilan beras Adan ini. Para sopir ini harus berjuang di jalan yang kondisi rusak parah dan sangat menyulitkan.

"Kondisi yang hadapi Andre ini untuk membantu masyarakat Krayan Selatan memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang kebutuhan sehari-hari," ucap Oktavianus Ramli, Selasa (14/4).

Ia menceritakan, karena kondisi jalan yang sulit dilalui, setiap hari Andre berteman dengan lumpur. Hal ini sudah terbiasa dirasakan para sopir yang berjuang untuk sampai ke Krayan Selatan membawa kebutuhan masyarakat. 

"Karena dari sini dia memperoleh rupiah untuk kehidupan. Sebenarnya, tidak untung setiap melakukan perjalanan penghantaran barang/orang pasti ada saja kerusakan mobil pasti ganti sparepart," ungkapnya. 

Kondisi ini tidak dapat dihindari para sopir. Sebab, kerusakan jalan merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan antar kecamatan. Dan situasi ini hampir setiap tahun dirasakan.

"Sama seperti tahun lalu beliau ini juga, satu-satunya sopir yang berani masuk ke Krayan Selatan. Terbiasa dengan kondisi ini, dimana mobilnya nyangkut/rusak disitu dia nginap 2 hingga 3 hari perbaikan dan menunggu sperepart yang di bawa sopir lain," kisahnya. 

Bahkan, untuk mempercepat perbaikan mobil, ia terkadang harus menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer agar mendapatkan bantuan warga sekitar. Ketulusan Andre ini sangat membantu masyarakat Krayan Selatan yang terisolir karena jalan rusak.

"Bahkan beliau jalan kaki hingga 20 km untuk mendapat bantuan dari desa Lembudud atau Long Layu. Andre ini tahun lalu berminat atau seleksi penerimaan calon TNI, namun gagal," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#jalan berlumpur #nunukan #krayan #jalan rusak